Harga HP Diprediksi Naik 6,9% di 2026, Ini Penyebab Utamanya

Kamis 01-01-2026,04:08 WIB
Reporter : Budi Setiawan
Editor : Budi Setiawan

Dampak Bagi Konsumen: Flagship Makin Mahal, Mid-Range Terjepit

Lalu, apa artinya ini bagi kita sebagai pembeli? Bagi pemburu ponsel flagship atau kelas atas, bersiaplah melihat label harga yang semakin premium. Ponsel yang di tahun 2025 dijual seharga Rp15 juta, mungkin akan menyentuh angka Rp16 juta hingga Rp17 juta dengan spesifikasi dasar yang mirip. Vendor tidak punya banyak pilihan selain meneruskan biaya komponen yang mahal tersebut kepada konsumen untuk menjaga margin keuntungan mereka.

Sementara itu, segmen mid-range atau kelas menengah mungkin akan mengalami nasib yang lebih dilematis. Untuk menjaga harga tetap "psikologis" (misalnya tetap di bawah Rp5 juta), vendor mungkin terpaksa melakukan kompromi di sektor lain.

Kita mungkin akan melihat ponsel menengah di tahun 2026 yang memiliki performa kencang, namun dengan kualitas kamera yang diturunkan, material bodi yang kembali ke plastik, atau penghilangan fitur-fitur sekunder seperti rating tahan air IP67. Atau skenario terburuknya, harga ponsel kelas menengah yang tadinya terjangkau akan ikut terkerek naik, membuat jurang antara ponsel murah dan ponsel layak pakai semakin lebar.

BACA JUGA:Realme 16 Jadi Pilihan Menarik di 2025, Ini Plus Minusnya

Strategi Menghadapi Kenaikan Harga

Menghadapi prediksi kenaikan harga di tahun 2026, konsumen perlu lebih cerdas dalam mengatur strategi pembelian. Jika Anda saat ini, di penghujung 2025, sedang memegang ponsel yang sudah mulai "sekarat" atau rusak, membeli unit baru sekarang—sebelum pergantian tahun dan penyesuaian harga Q1 2026 terjadi—mungkin adalah langkah finansial yang paling bijak. Stok lama di gudang distributor biasanya masih menggunakan harga modal komponen lama.

Namun, jika ponsel Anda masih berfungsi baik, menahan diri mungkin lebih baik sambil menunggu pasar stabil, meskipun risikonya harga barunya nanti sudah lebih tinggi.

Alternatif lainnya adalah melirik pasar ponsel bekas berkualitas (second flagship) yang harganya depresiasi, atau memilih varian dengan penyimpanan internal lebih kecil untuk menghemat biaya, mengingat harga komponen memori penyimpanan (NAND Flash) juga diprediksi mengalami tren kenaikan serupa meski tidak seagresif DRAM.

BACA JUGA:MSI GF63 Thin Bertahan di 2025, Cocok untuk Gamer Pemula?

Era HP Murah Berspesifikasi Dewa Mulai Pudar?

Prediksi kenaikan ASP sebesar 6,9% ini menjadi sinyal bahwa era perang harga dengan spesifikasi "dewa" mungkin sedang mengambil jeda.

Industri smartphone sedang bertransisi menuju era komputasi AI yang mahal. Mahalnya komponen DRAM adalah realitas pahit yang harus ditelan oleh industri dan konsumen.

Tahun 2026 tampaknya akan menjadi tahun di mana kita harus lebih menghargai teknologi yang kita genggam, karena untuk mendapatkannya kembali dengan spesifikasi yang lebih baik, biaya yang dikeluarkan tidak lagi murah.

Kategori :