MEDIALAMPUNG.CO.ID - Sejarah perumusan text Sumpah Pemuda menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan. Naskah itu tidak tercipta dalam semalam.
Ada proses perumusan teks sumpah pemuda dari awal hingga akhir yang melibatkan pemikiran matang, perdebatan panjang, dan semangat persatuan para pemuda dari berbagai daerah Nusantara.
Artikel ini membahas secara runtut kronologi lengkap perumusan hingga pengesahan teks Sumpah Pemuda, mulai dari latar belakang, tokoh yang terlibat, hingga hasil kongres yang melahirkan ikrar persatuan Indonesia.
BACA JUGA:Terapi Musik: Mengapa Irama Bisa Jadi Obat untuk Pikiran
Sejarah Text Sumpah Pemuda
Awal munculnya gagasan persatuan hadir dari organisasi pemuda yang beragam. Mereka memiliki latar budaya serta daerah berbeda, tetapi satu tujuan besar menyatukan mereka, yaitu Indonesia yang merdeka.
Kata “Indonesia” sendiri mulai digunakan sebagai identitas kebangsaan yang menyatukan semua elemen pemuda dan pelajar dari Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Maluku, hingga Papua. Kondisi Hindia Belanda yang penuh tekanan justru membuat semangat persatuan semakin kuat.
Di tengah situasi itu, para pemuda merancang kongres yang dapat menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas antar daerah.
Perjalanan sejarah ini kemudian mengarahkan mereka pada penyusunan teks yang akhirnya dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Naskah yang lahir bukan hanya tulisan biasa, tetapi simbol tekad satu bangsa, tanah air, dan bahasa.
BACA JUGA:Rahasia di Balik Cahaya: Bagaimana Fisika Optik Mengubah Dunia Modern
Proses Perumusan Teks Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda Pertama
Kongres Pemuda Pertama dilaksanakan pada 30 April–2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta). Tujuannya mempererat hubungan antar organisasi pemuda. Meski belum menghasilkan keputusan yang konkret tentang satu bangsa, kongres ini menjadi pondasi kokoh bagi langkah selanjutnya.
Para pemuda sadar, pertemuan itu hanyalah awal. Mereka butuh forum kedua dengan visi lebih besar terhadap persatuan nasional. Pemimpin seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, dan Jong Bataksbond berperan aktif mendorong kelanjutan gerakan.
BACA JUGA:Gravitasi Kuantum: Menyibak Misteri Alam Semesta 2025
Rencana Kongres Kedua
Dua tahun kemudian, ide lanjutan diwujudkan. Tokoh-tokoh muda seperti Mohammad Yamin, Soegondo Djojopoespito, dan W.R. Supratman merancang Kongres Pemuda Kedua.
Proses persiapan berjalan sangat hati-hati karena harus melewati pengawasan ketat pemerintah kolonial.
Namun semangat pemuda membuat seluruh kendala dapat diatasi. Mereka bertekad menghasilkan rumusan yang tegas tentang persatuan bangsa.