Salah satu yang paling menarik perhatian adalah keberadaan kantong semar (Nepenthes), tanaman karnivora langka yang tumbuh liar di bebatuan.
Tidak hanya itu, berbagai jenis anggrek hutan, pohon meranti, hingga burung enggang sering dijumpai di kawasan ini.
Bagi para peneliti dan pecinta alam, Bukit Kelam adalah laboratorium alami yang kaya keanekaragaman hayati.
Ketika kabut tipis turun di pagi hari, pemandangan bukit ini berubah mistis. Dari sela pepohonan, sinar matahari menembus halus menciptakan bias cahaya indah yang membuat siapa pun tertegun.
BACA JUGA:Curug Cilember, Permata Alam Sejuk di Lereng Puncak Bogor
Menantang Adrenalin di Jalur Pendakian
Menaklukkan Bukit Kelam bukan perkara mudah. Jalur pendakiannya terkenal menantang, dengan kemiringan curam dan permukaan batu yang licin di musim hujan. Namun, justru di situlah daya tariknya bagi para pencinta petualangan.
Ada beberapa rute yang bisa dipilih, mulai dari jalur resmi yang disediakan pengelola hingga jalur alternatif yang lebih alami. Meski melelahkan, setiap langkah menuju puncak memberi pengalaman yang tak terlupakan. Dari atas sana, wisatawan bisa melihat Sungai Kapuas berkelok di kejauhan, hutan membentang luas, dan langit biru yang seolah tanpa batas.
Ketika senja tiba, langit berubah jingga dan bayangan hutan menari di lereng batu. Banyak pendaki sengaja bermalam di atas puncak untuk menyaksikan bintang-bintang bertaburan di langit malam Sintang — pemandangan yang jarang bisa ditemukan di kota besar.
BACA JUGA:Wisata Merauke: Keindahan Alam dan Budaya Papua Selatan
Camping dan Keheningan Alam
Selain mendaki, Bukit Kelam juga menjadi lokasi favorit untuk berkemah. Area perkemahan di sekitar kaki bukit menyediakan ruang luas di tengah rindangnya pepohonan pinus. Malam hari di sini terasa damai, ditemani suara serangga dan desir angin.
Beberapa komunitas pecinta alam sering mengadakan kegiatan camping, outbound, hingga observasi flora-fauna.
Bagi yang ingin menikmati suasana lebih nyaman, tersedia penginapan sederhana di kawasan sekitar seperti Ecolodge Sintang atau rumah-rumah warga yang disulap menjadi homestay.
BACA JUGA:Lembah Baliem, Surga Alam dan Budaya di Jantung Papua
Surga Fotografi Alam