“Intensitas hujan masih cukup tinggi. Kami minta warga berhati-hati, terutama yang tinggal di sekitar pohon tua atau daerah rawan bencana,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa hujan es menurut BMKG merupakan fenomena yang bisa terjadi di wilayah tropis, meski jarang.
Kondisi ini biasanya dipicu oleh awan Cumulonimbus (CB) yang tumbuh menjulang tinggi dengan suhu dingin ekstrem di lapisan atas.
Butiran air yang terbawa ke awan bagian atas membeku, lalu jatuh ke permukaan bumi sebagai es.
Hujan es sering muncul saat terjadi cuaca ekstrem dengan perubahan suhu udara yang cepat, terutama di musim peralihan atau hujan intensitas tinggi.
Meski durasinya singkat, fenomena ini berpotensi menimbulkan kerusakan pada atap rumah, kendaraan, maupun lahan pertanian. (*)