MEDIALAMPUNG.CO.ID – Industri otomotif roda dua tengah diguncang fenomena unik dengan meningkatnya permintaan motor bergaya retro di pasar global.
Tren ini membuktikan bahwa sentuhan klasik yang dipadukan teknologi mutakhir mampu menarik hati konsumen lintas generasi.
Kini, motor retro tak lagi sekadar kendaraan, melainkan simbol gaya hidup yang menghadirkan nuansa nostalgia dalam balutan modernisasi.
Ciri khas motor retro ada pada detail sederhana ala era 60-an hingga 80-an, mulai dari lampu bulat, tangki teardrop, hingga jok panjang datar.
BACA JUGA:25 Manfaat Masker Badan untuk Kulit Cerah dan Sehat
Meski terlihat klasik, pabrikan tidak melupakan kenyamanan pengendara dengan menyematkan teknologi modern seperti sistem injeksi bahan bakar, rem ABS, panel digital, hingga mesin ramah lingkungan berstandar emisi terbaru.
Kombinasi antara estetika lawas dan inovasi inilah yang membuat motor retro begitu digemari, karena menawarkan keindahan visual tanpa mengurangi faktor keselamatan serta kenyamanan.
Tren motor retro memiliki daya tarik lintas usia. Generasi muda menganggap gaya klasik sebagai cara tampil berbeda di tengah dominasi motor modern, bahkan banyak yang memodifikasinya ke aliran café racer, scrambler, atau bobber sesuai karakter pribadi.
Sementara itu, kolektor motor klasik semakin giat memburu model retro keluaran terbaru karena dianggap punya nilai seni sekaligus daya tarik jangka panjang.
BACA JUGA:Ribuan Massa Siap Kepung BNN Lampung, Desak Penahanan Oknum Pengurus HIPMI
Motor retro menjadi jembatan antara kenangan masa lalu dengan tren berkendara masa kini.
Nama-nama besar seperti Royal Enfield, Honda, Yamaha, Kawasaki, hingga Triumph semakin serius menggarap pasar motor retro.
Royal Enfield Classic 350 menjadi salah satu yang paling sukses, Kawasaki W800 tetap mempertahankan gaya orisinalnya, sedangkan Yamaha XSR series menggabungkan DNA sportbike dengan cita rasa klasik.
Deretan produk tersebut membuat segmen retro semakin hidup, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi konsumen untuk memilih motor yang sesuai dengan selera dan kebutuhan.
BACA JUGA:Beda Keyakinan Jadi Alasan Billy Syahputra Tertutup Soal Pernikahan Diam-diam