Mata Uang Asia Terkapar: Rupiah dan Yen Jadi Korban Terbesar

Selasa 02-09-2025,22:59 WIB
Reporter : Rinto Arius
Editor : Budi Setiawan

Data tersebut, terutama nonfarm payrolls, diprediksi menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) ke depan.

Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan sebesar 90% bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September. 

Tak hanya itu, spekulasi berkembang bahwa pemangkasan suku bunga bisa mencapai total 100 basis poin sepanjang 2026.

Selain faktor ekonomi AS, pasar juga dihantui sejumlah ketidakpastian global. Dari dalam negeri AS, muncul kekhawatiran atas konflik internal di Gedung Putih, termasuk upaya Presiden memecat Gubernur The Fed Lisa Cook. 

BACA JUGA:Samsung Galaxy A17: Desain Elegan, Performa Andal, Baterai Awet

Sementara di Eropa, dinamika politik kian memanas akibat ancaman jatuhnya pemerintahan Perancis, serta potensi kembali mengemukanya kebijakan tarif proteksionis era Donald Trump.

Dengan berbagai tekanan ini, kondisi pasar keuangan Asia diperkirakan masih akan berfluktuasi dalam beberapa hari kedepan, menunggu kejelasan arah kebijakan moneter global serta stabilitas politik di negara-negara kunci dunia. (*)

Kategori :