Setelah prosesi inti selesai, masyarakat menggelar pertunjukan seni. Kesenian yang biasa ditampilkan antara lain ludruk, tari remo, musik tong-tong, hingga khataman Al-Qur’an. Bagian ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antar warga.
BACA JUGA:Danau Sentarum, Pesona Musiman di Pedalaman Kalimantan
Nilai Budaya dan Sosial
Lebih dari sekadar upacara, Rokat Tase’ mengandung nilai-nilai luhur. Pertama, tradisi ini menegaskan hubungan manusia dengan alam. Nelayan menyadari bahwa laut harus diperlakukan dengan penuh hormat karena menjadi penopang hidup mereka.
Kedua, Rokat Tase’ mengajarkan kerendahan hati di hadapan Tuhan. Hasil tangkapan sebesar apa pun tetap diyakini sebagai karunia, sehingga syukur wajib dipanjatkan.
Ketiga, tradisi ini memperlihatkan kuatnya solidaritas sosial. Melalui kegiatan bersama seperti doa, makan, dan pertunjukan seni, masyarakat pesisir mempererat tali persaudaraan. Tidak ada batasan status, semua warga ikut serta demi keberlangsungan tradisi.
BACA JUGA:Deretan Jam Tangan Termahal di Dunia, Berikut Kisaran Harganya
Upaya Pelestarian
Di era modern, tantangan pelestarian budaya semakin besar. Namun, masyarakat Madura bersama pemerintah daerah berupaya menjadikan Rokat Tase’ bukan hanya ritual sakral, tetapi juga agenda budaya dan pariwisata.
Wisatawan yang datang dapat menyaksikan langsung prosesi ini, sehingga kearifan lokal Madura makin dikenal luas.
Meski begitu, esensi utama tetap harus dijaga: Rokat Tase’ bukan sekadar tontonan, melainkan sarana spiritual dan sosial yang menghubungkan manusia, alam, dan Sang Pencipta.
BACA JUGA:10 Kuliner Khas Solo dan Oleh-Oleh Legendaris yang Harus Dicoba Wisatawan
Rokat Tase’ adalah warisan budaya yang mencerminkan kearifan masyarakat pesisir Madura. Dengan tradisi ini, nelayan memohon perlindungan, mengucapkan syukur, sekaligus memperkuat kebersamaan.
Di tengah arus globalisasi, pelestarian tradisi ini sangat penting agar generasi mendatang tetap mengenal jati diri budaya mereka.
Bagi orang Madura, laut adalah sahabat sekaligus tantangan. Melalui Rokat Tase’, mereka menunjukkan bahwa kehidupan akan selaras bila manusia senantiasa bersyukur, menjaga alam, dan hidup rukun dengan sesama.(*)