Selain itu, masyarakat lokal juga menyediakan berbagai fasilitas sederhana bagi pendaki. Terdapat warung kecil yang menjual makanan dan minuman, area istirahat, hingga tempat parkir yang cukup memadai.
Hal ini menunjukkan keterlibatan warga dalam mendukung kegiatan wisata sekaligus menjadi tambahan penghasilan bagi mereka.
Daya tarik utama Gunung Andong terletak pada keberadaan empat puncak yang berjejer dari timur ke barat.
Empat puncak itu adalah Puncak Alap-alap, Puncak Andong, Puncak Jiwa, dan Puncak Makam.
BACA JUGA:Pakaian Adat Mandailing: Simbol Keanggunan dan Kebesaran Budaya Sumatera Utara
Puncak Andong, yang merupakan titik tertinggi, menjadi favorit para pendaki.
Dari sini, terlihat jelas pemandangan gunung-gunung besar di Jawa Tengah seperti Merbabu, Merapi, Sindoro, dan Sumbing.
Pada pagi hari, lautan awan yang menyelimuti kawasan sekitarnya menambah keindahan panorama.
Sementara itu, Puncak Jiwa kerap dipilih untuk mendirikan tenda karena lahannya relatif datar dan luas.
BACA JUGA:Pakaian Adat Suku Kaili: Identitas Budaya dari Sulawesi Tengah
Banyak pendaki yang sengaja bermalam untuk menyaksikan matahari terbit dari titik ini.
Adapun Puncak Alap-alap dan Puncak Makam menawarkan suasana lebih tenang, cocok untuk pendaki yang ingin menikmati alam sambil beristirahat.
Gunung Andong hampir tidak pernah sepi pengunjung. Pada akhir pekan dan musim liburan, jumlah pendaki bisa meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa.
Tidak hanya individu, banyak pula rombongan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas pecinta alam yang menjadikan Andong sebagai tujuan latihan pendakian bersama.
BACA JUGA:Simulasi Pinjaman Modal Usaha BRI Rp35 Juta, Cicilan Mulai Rp904 Ribu
Salah seorang pengelola jalur pendakian di Dusun Sawit, Suyatno, mengungkapkan bahwa puncak kunjungan biasanya terjadi saat libur panjang.