“Program ini bukan hanya soal membaca, tetapi juga memahami, mengolah, dan mengkritisi informasi. Anak-anak diajak berpikir analitis dan kreatif, bekal penting untuk masa depan,” ujarnya.
Laili berharap Program Literasi Anak Negeri dapat menjadi model yang direplikasi di daerah lain, sehingga anak-anak di wilayah tertinggal memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan bersaing secara nasional.