Gubernur juga menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari persiapan strategis menyongsong Bonus Demografi dan Indonesia Emas 2045.
MBG bukan hanya program sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Anak-anak yang sehat dan mendapat asupan gizi seimbang akan tumbuh menjadi generasi yang unggul dan kompetitif. Ini adalah pondasi menuju Indonesia Emas 2045 dan Lampung Maju,” ujar Gubernur Mirza.
Dalam peluncuran tersebut, Gubernur secara simbolis meresmikan operasional Dapur MBG Yayasan Sai Bumei Berjaya dengan pengguntingan pita, serta melakukan peninjauan langsung proses penyajian dan pembagian makanan bergizi di SDN 2 Rama Indra.
BACA JUGA:Kajati Lampung Tegaskan Pengurusan Izin UMKM Harus Gratis
Gubernur juga menyempatkan diri berinteraksi dengan siswa-siswi yang tengah menikmati makan siang.
“Ini adalah wujud kehadiran negara dalam menjamin hak anak atas gizi yang baik,” ucapnya.
Apriyani, guru dan wali kelas siswa Kelas 3 SDN 2 Rama Indra, mengapresiasi pelaksanaan program MBG di sekolahnya.
“Biasanya anak-anak jajan sembarangan meskipun sudah sarapan. Dengan MBG, anak-anak dapat makan lebih bergizi, lengkap dengan lauk ikan, sayuran, dan susu. Ini sangat membantu,” tuturnya.
BACA JUGA:Camat Baru Way Tenong Salurkan CPP ke 195 KPM di Karang Agung
Di akhir acara, Gubernur menyerukan pentingnya kolaborasi antara Koperasi Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan Dapur MBG.
Menurutnya, sinergi antar-lembaga ini dapat memperkuat perekonomian desa dan menjadikan pembangunan lebih inklusif.
Program MBG juga diharapkan mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung, terutama dalam aspek kesehatan dan pendidikan.
Dengan asupan gizi yang mencukupi, partisipasi sekolah meningkat, prestasi akademik membaik, dan angka stunting dapat ditekan.
BACA JUGA:Legenda Nyi Roro Kidul, Sang Ratu Laut Selatan yang Menjaga Alam
Program ini menjadi bukti nyata implementasi Visi “Lampung Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan,” dengan pembangunan manusia yang dimulai dari desa dan menyasar kelompok paling rentan.