Hiperaktif; Mengenali Tanda-Tanda, Faktor Penyebab dan Cara Mengatasinya Secara Efektif

Selasa 29-07-2025,20:00 WIB
Reporter : Apriyanti
Editor : Budi Setiawan

Gangguan pada perkembangan sistem saraf pusat, cedera otak, atau kondisi neurologis tertentu bisa menjadi penyebab perilaku hiperaktif.

4. Lingkungan yang Kurang Mendukung

Lingkungan yang kurang stabil secara emosional, seperti keluarga yang penuh konflik, tekanan akademik, atau pengasuhan yang tidak konsisten, dapat memperburuk gejala hiperaktif.

BACA JUGA:Cara Mudah Daftar Akun DANA dan Nikmati Transaksi Digital

5. Pola Makan dan Gaya Hidup Tidak Seimbang

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula, bahan aditif buatan, serta kurang tidur dan minimnya aktivitas fisik terstruktur dapat memicu perilaku aktif berlebihan, meskipun belum ada kesimpulan ilmiah yang pasti.

 

Cara Mengatasi dan Menangani Hiperaktif dengan Tepat

Penanganan hiperaktif harus dilakukan secara menyeluruh dan individual, sesuai dengan kebutuhan serta tingkat keparahan gejala yang ditunjukkan. Berikut adalah strategi penanganan yang umum dilakukan;

1. Pemeriksaan Medis dan Psikologis

Langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter anak, psikolog anak, atau psikiater untuk evaluasi menyeluruh. Tes observasi, wawancara orang tua, dan kuesioner perilaku dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis.

BACA JUGA:Menteri ATR/BPN Dinilai Berbelit Soal Ukur Ulang HGU SGC, LSM Lampung Minta DPR RI BerTindak Tegas

2. Terapi Perilaku

Terapi ini membantu anak mengenali perilaku yang tidak tepat dan mengembangkan cara baru yang lebih adaptif dalam berinteraksi dan menyelesaikan tugas.

3. Terapi Kognitif (Cognitive Behavioral Therapy)

Cocok untuk anak yang lebih besar atau remaja, terapi ini bertujuan memperbaiki cara berpikir yang negatif serta meningkatkan kontrol emosi dan kemampuan menyusun strategi.

Kategori :