BYD ATTO 1 Dijual Rp195 Juta, Lebih Murah dari NJKB: Ini Rahasia Strateginya

Senin 28-07-2025,14:23 WIB
Reporter : Mujitahidin
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – BYD kembali membuat kejutan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 dengan meluncurkan ATTO 1, mobil listrik terbaru mereka yang dibanderol mulai Rp195 juta.

Harga ini terbilang mengejutkan karena justru lebih rendah dibandingkan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang terdaftar resmi di DKI Jakarta.

Mengacu pada data NJKB, dua model BYD dengan kode EQ-STD-1 (4x2) AT dan EQ-ETD-1 (4x2) AT masing-masing memiliki NJKB sebesar Rp218 juta dan Rp233 juta. 

Biasanya, harga jual kendaraan ke konsumen berada di atas NJKB karena harus ditambah berbagai jenis pajak seperti PPnBM, PPN, BBNKB, dan lainnya. Lalu bagaimana mungkin harga ATTO 1 justru lebih rendah?

BACA JUGA:Moreno Soeprapto Siap Aktifkan Sinergi IMI-Polri Demi Permudah Perizinan Event Otomotif

Bahkan Head of PR & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan dengan tegas mengatakan bahwa kuncinya terletak pada strategi integrasi vertikal yang diterapkan BYD didalam semua lini produksinya.

“Kami bahkan sudah menguasai hampir seluruh proses produksi mulai dari hulu hingga hilir. Karena itu biaya bisa ditekan signifikan. 

Jadi kalau memang bisa lebih murah kenapa harus dijual mahal,” ungkap Luther saat menghadiri GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (25/7/2025).

BYD memang dikenal sebagai salah satu pionir mobil listrik global yang menerapkan penguasaan penuh atas rantai pasok komponen. 

BACA JUGA:Isuzu Tampilkan Layanan Aftersales Total di GIIAS 2025

Dari baterai, sistem penggerak, hingga perangkat lunak (software) dan unit kendali elektronik—semuanya dikembangkan dan diproduksi sendiri tanpa ketergantungan pada vendor eksternal.

Strategi ini dikenal sebagai vertical integration, di mana seluruh komponen utama dikendalikan oleh pabrikan itu sendiri. 

Hasilnya, bukan hanya efisiensi biaya, tapi juga kualitas produk yang lebih terjaga dan fleksibilitas dalam pengembangan teknologi baru.

“Bahkan untuk kendaraan listrik ternyata komponen krusialnya itu seperti baterai, motor listrik, sistem manajemen daya dan software pengendali semuanya kami produksi sendiri. Ini yang jadi kunci utama kami bisa memberikan harga kompetitif,” jelas Luther.

BACA JUGA:Mitsubishi Gandeng Garuda dan Tahilalats Luncurkan Kampanye Sky Explorer 2025

Kategori :