BYD Ancam Konsolidasi, Harga EV Dinilai Tak Rasional

Rabu 18-06-2025,10:25 WIB
Reporter : Mujitahidin
Editor : Budi Setiawan

BACA JUGA:Jaecoo Fokus di Segmen SUV, Tak Tergoda Saingi Alphard dan Voxy di Pasar MPV Premium

Meskipun pasar domestik sedang goyah, langkah BYD di kancah global justru semakin agresif. Pada Mei 2025, BYD berhasil melampaui Tesla sebagai pemimpin penjualan mobil listrik di kawasan Eropa.

Berdasarkan laporan terbaru, penjualan BYD melonjak 169% dibandingkan bulan sebelumnya, sementara Tesla mengalami penurunan penjualan hingga 49%.

Tidak hanya itu, ternyata saat ini BYD juga sudah mempersiapkan peluncuran dua model plug-in hybrid terbarunya yang khusus hanya pasarkan di Eropa dan sudah dijadualkan akan hadir sebelum akhir tahun 2025 ini.

Strategi ekspansi ini memperlihatkan bahwa BYD masih memiliki potensi besar untuk memperkuat dominasinya, khususnya jika kompetitor lokal tak mampu bertahan dalam tekanan pasar.

BACA JUGA:Cara Top Up e-Toll via Mobile Banking Semua Bank: Panduan Lengkap untuk Pemula

Fenomena perang harga mungkin sempat memberi keuntungan sementara bagi konsumen, namun dalam jangka panjang, strategi ini menciptakan kerentanan serius.

Ketika produsen bersaing menurunkan harga secara ekstrem, margin keuntungan menyusut, dan kelangsungan usaha menjadi terancam. Bahkan merek sebesar BYD pun kini mulai meninjau kembali pendekatannya.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa industri EV China berada di titik kritis.

Stabilitas jangka panjang tak bisa lagi bergantung pada harga murah semata, melainkan harus dibangun melalui inovasi berkelanjutan, efisiensi produksi, dan tanggung jawab korporasi terhadap keberlangsungan pasar. (*)

Kategori :