Dalam pandangannya, perayaan Idul Adha adalah waktu yang2 tepat untuk memperkuat solidaritas sosial.
Ia menjadi pengingat agar umat Islam tidak terjebak dalam budaya konsumtif dan egois yang menjauhkan dari nilai-nilai kemanusiaan.
Justru sebaliknya, Idul Adha seharusnya menjadi momentum membangkitkan kepedulian sosial, keikhlasan memberi, dan keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kemuliaan.
Masyarakat yang hadir saat itu pun tampak larut dalam suasana penuh haru.
BACA JUGA:Gubernur Mirza Sholat Idul Adha Bersama Ribuan Masyarakat di Lapangan Saburai Bandar Lampung
Kehangatan ucapan dan ketegasan pesan dari sang bupati memberikan semangat baru, bahwa keberagamaan tidak cukup hanya dalam ritual, tapi harus bertransformasi menjadi tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sekitar.
Dengan semangat Idul Adha, Parosil Mabsus berharap agar Lampung Barat menjadi daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga tumbuh dalam ketakwaan, kebersamaan, dan nilai-nilai ihsan yang terus hidup dalam setiap denyut kehidupan masyarakatnya.
Setelah pelaksanaan shalat, dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bantuan hewan qurban dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Parosil Mabsus kepada panitia pelaksana ibadah Idul Adha dan tim juru sembelih hewan qurban di Semarang Jaya.
BACA JUGA:Wali Kota Eva Dwiana Shalat Idul Adha Bersama Masyarakat di Sukarame
Adapun hewan qurban yang diserahkan berupa 1 ekor sapi dengan berat 810 kg dan 25 ekor kambing.
Daging qurban tersebut akan dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat Pekon Semarang Jaya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen ibadah dan kebersamaan, tetapi juga bentuk nyata perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap masyarakat, khususnya dalam mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi di Hari Raya Qurban. (*)