Tiga Macam Baju Adat Bali: Fungsi, Unsur, dan Filosofinya

Kamis 05-06-2025,18:21 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Unsur Pakaian Wanita

  • Kamen dililit dari kanan ke kiri, mencerminkan prinsip lembut, sopan, dan kesucian perempuan.
  • Selendang dipakai melingkari pinggang dan diikat di sisi kiri sebagai tanda kekuatan serta kemuliaan perempuan.
  • Bulang, ikat pinggang yang menjaga pusat energi tubuh.
  • Kebaya, melambangkan kehormatan dan keteraturan peran perempuan dalam kehidupan sosial.
  • Tatanan rambut, seperti sanggul atau pusungan, sering kali menandakan status pernikahan dan kedewasaan. Wanita yang belum menikah, menikah, atau berstatus janda memiliki gaya sanggul yang berbeda.

BACA JUGA:4 Adat Istiadat Khas Riau yang Wajib Dilestarikan Sampai Saat ini

Keberadaan tiga jenis baju adat Bali mencerminkan bagaimana masyarakat Bali menghargai tradisi dan menyesuaikannya dengan konteks kehidupan. 

Baik Payas Agung yang megah, Payas Madya yang anggun, maupun Payas Alit yang sederhana, semuanya memiliki tempat dan makna tersendiri dalam kehidupan masyarakat.

Lebih dari sekadar busana, baju adat Bali adalah bagian dari jati diri masyarakatnya. Setiap lapisan kain dan detail hiasan menyampaikan pesan tentang penghormatan terhadap leluhur, kedekatan dengan alam, dan pentingnya menjaga keseimbangan hidup. 

Melalui pelestarian pakaian adat, Bali tidak hanya mempertahankan keindahan budaya, tetapi juga mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.(*)

Kategori :