“Bisa sampai di sini itu bukan karena aku mampu. Aku yakin, kalau Allah belum panggil, sekuat apapun usahanya, nggak akan berangkat,” tambahnya.
Saat ditanya soal jenis visa yang digunakan, Ustadz Derry kembali menegaskan bahwa dirinya tidak merasa pantas menanyakan hal tersebut.
Baginya, sebagai seseorang yang diberangkatkan oleh orang lain, sudah cukup dengan rasa syukur dan menjaga adab.
“Aku merasa nggak sopan kalau harus tanya visanya apa, naik pesawat apa. Itu semua urusan A Raffi. Aku ini cuma tamu, yang penting aku niat ibadah, dan Alhamdulillah Allah kasih kesempatan,” ungkapnya haru.
BACA JUGA:Putra Adjie Pangestu Pilih Gaya Hidup Hemat Meski Hidup Berkecukupan
Ia menambahkan bahwa rasa syukurnya jauh lebih besar daripada rasa ingin tahu tentang hal-hal administratif. Baginya, keberangkatan ke Baitullah adalah hadiah, bukan hak.
Di tengah maraknya pemberitaan soal calon jemaah haji yang gagal berangkat karena terganjal visa furoda, Ustadz Derry turut menyampaikan pesan penyejuk.
Ia mengajak para jemaah untuk tidak larut dalam kesedihan, dan tetap berprasangka baik kepada Allah.
“Banyak yang sudah bayar mahal, tapi tetap nggak bisa berangkat. Karena memang visa furoda tahun ini tidak dikeluarkan. Tapi yakinlah, perjuangan dan niat teman-teman sudah dicatat sebagai pahala,” tuturnya.
BACA JUGA:5 Anak Selebriti Lolos PTN 2025, Universitas Indonesia Jadi Pilihan Favorit
Ia menegaskan bahwa pahala niat dan ikhtiar untuk berhaji tidak akan sia-sia, meski keberangkatan belum terjadi.
Menurutnya, Allah tahu isi hati setiap hamba-Nya, dan tak akan menyia-nyiakan niat baik.
“Kembalikan semuanya ke Allah. Pasti ada waktu terbaik yang sudah disiapkan untuk masing-masing dari kita,” lanjutnya.
Raffi Ahmad terkenal sebagai selebritas sukses dengan berbagai lini bisnis. Namun, kisah ini memperlihatkan sisi lain dari sosok Raffi: seorang sahabat yang dermawan dan memahami nilai penting dari ibadah.
BACA JUGA:Simbol Cinta dan Keimanan, Momen Haru Irish Bella dan Haldy Sabri di Depan Kakbah
Dengan membiayai sahabat dan timnya untuk berhaji, ia menunjukkan bahwa kesuksesan sejati adalah ketika bisa membawa orang lain ikut mendekat kepada Tuhan.