Berbeda dari pendekatan konvensional, tim peneliti di Pohang justru memilih menggunakan partikel silikon dalam ukuran mikro, yang seribu kali lebih besar dari partikel nano.
Ukuran ini lebih mudah diproduksi dan jauh lebih murah, serta mampu menyimpan energi dalam jumlah besar.
Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan cara untuk mengatasi sifat kembang-kempis silikon tersebut.
Mereka memanfaatkan gel polimer elektrolit yang mampu menyesuaikan bentuk mengikuti perubahan ukuran silikon.
BACA JUGA:Inovasi Baterai Natrium Ion dari India: Isi 80 Persen Hanya dalam 6 Menit
Gel ini kemudian diperkuat dengan ikatan kimia melalui proses radiasi menggunakan tembakan elektron, sehingga menciptakan struktur baterai yang stabil.
Hasil akhir dari pengembangan ini adalah baterai berbasis silikon yang memiliki kestabilan setara dengan baterai lithium-ion konvensional.
Bahkan, baterai baru ini mampu menawarkan densitas energi yang 40 persen lebih tinggi dari baterai standar yang banyak digunakan saat ini.
Dengan semua keunggulan tersebut, para pengembang meyakini teknologi ini dapat segera diterapkan secara luas dalam sistem kendaraan listrik masa depan. Bila terealisasi, dominasi BBM dalam dunia otomotif bukan hanya tergeser, tapi bisa jadi akan benar-benar berakhir. (*)