- Overheat atau knocking, akibat kerusakan sensor atau pembakaran yang tidak ideal
- Kerusakan permanen, seperti piston macet atau keausan komponen dalam mesin
Dalam kasus yang parah, keterlambatan perawatan bisa menyebabkan kendaraan mogok di tengah jalan atau bahkan membutuhkan penggantian blok mesin yang biayanya sangat mahal.
“Lebih baik mencegah daripada memperbaiki. Biaya tune up jauh lebih murah dibanding harus overhaul mesin,” tegas Lung Lung.
BACA JUGA:Alasan Vespa Matic Tetap Jadi Skuter Premium Favorit di Indonesia
Kapan Waktu Ideal untuk Tune Up?
Sebagai panduan umum, tune up sebaiknya dilakukan setiap 10.000 kilometer atau setidaknya dua kali dalam setahun, tergantung pada pola penggunaan mobil.
Mobil yang sering digunakan dalam kemacetan atau menempuh perjalanan jauh dengan beban berat memerlukan perhatian lebih.
“Anggap mobil seperti tubuh sendiri. Kalau rutin dicek dan dirawat, performanya lebih stabil, awet, dan pastinya hemat pengeluaran,” tambah Lung Lung.
BACA JUGA:HiAce Premio, Mobil Niaga Rasa Executive Class
Jangan menunggu sampai mobil mogok dan muncul suara aneh dari mesin kendaraan anda.
Tune up bukan hanya soal menjaga kenyamanan berkendara, tapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga nilai dan keandalan kendaraan.
Jangan lupa untuk melakukan servis dengan rutin agar mobil anda tetap prima, irit dan jauh dari risiko kerusakan berat.(*)