Kerangka manusia tidak hanya memberikan informasi tentang jenis kelamin, tapi juga tentang aktivitas sosial dan budaya.
Misalnya, bekas penggunaan otot akibat memanah atau menggiling gandum dapat meninggalkan jejak pada tulang yang menunjukkan peran gender dalam masyarakat masa lalu.
Di Pompeii, misalnya, kerangka yang semula diduga milik seorang ibu dan anak ternyata milik seorang pria dan anak tanpa hubungan darah. Bahkan, sebuah kuburan prajurit Viking yang dipenuhi senjata ternyata adalah milik seorang perempuan.
BACA JUGA:Spesifikasi dan Keunggulan Suzuki Ignis, City Car Lincah dan Stylish di Kelasnya
Masa Depan Penelitian Arkeologi
Meski analisis DNA memberikan hasil yang sangat akurat, masih ada tantangan besar dalam menginterpretasi identitas dari kerangka, khususnya pada kasus interseks. Estabrook menekankan bahwa upaya mendefinisikan seks biologis sering kali tidak bisa mutlak.
Tallman menambahkan bahwa perkembangan teknologi dan pendanaan akan sangat memengaruhi arah riset tentang interseks dan pemahaman kita tentang identitas manusia di masa lalu.
Kaleigh Best juga menekankan bahwa menentukan identitas seseorang dari kerangkanya jauh lebih rumit dari yang dibayangkan.