Ngomongin soal beli, faktor pertama yang langsung bikin mikir dua kali adalah harga.
Ponsel lipat rata-rata dibanderol di atas 15 juta rupiah, bahkan bisa tembus 30 jutaan untuk model flagship.
Padahal, dengan harga segitu kamu bisa dapet laptop spek dewa atau dua ponsel mid-range yang udah cukup buat kebutuhan harian.
Nggak semua orang siap keluar uang sebanyak itu cuma buat dapetin fitur layar lipat.
Banyak yang mikir, "Daripada buat gaya doang, Mending beli HP biasa tapi speknya gahar." Jadi, meskipun menarik, barrier utamanya tetap di dompet.
Kamera: Siapa Sangka Jadi Penentu?
Uniknya, meskipun desain dan layar jadi daya tarik utama, banyak calon pembeli yang justru mempertimbangkan kamera sebagai faktor penentu.
Nggak heran sih, karena sekarang hampir semua orang jadi "fotografer dadakan". Apalagi buat pengguna aktif media sosial, kualitas kamera adalah segalanya.
Sayangnya, beberapa ponsel lipat masih belum bisa menandingi performa kamera dari smartphone flagship non-lipat.
Ini jadi catatan penting, karena meskipun harganya mahal, konsumen tetap pengin paket lengkap: keren, canggih, dan hasil jepretannya tajam.
Jaringan 5G: Sudah Siapkah Indonesia?
Nah, ini dia poin yang sering terlewat: dukungan jaringan 5G. Sebagian besar ponsel lipat terbaru udah dibekali dengan teknologi 5G. Tapi, gimana dengan ketersediaan 5G di Indonesia?
Saat ini, jaringan 5G memang mulai menyebar, tapi belum merata. Artinya, fitur ini jadi kayak bonus yang belum bisa dipakai optimal.
Buat pengguna di kota besar mungkin bisa merasakan manfaatnya, tapi buat daerah lain, fitur 5G masih jadi janji manis yang belum terwujud.