Medialampung.co.id - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) menggelar dialog dan silaturahmi tokoh lintas agama, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, Pondok Pesantren Miftahurrohmah, Pekon Seray Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis (4/11).
Kegiatan yang mengusung tema membangun kerukunan dan solidaritas antar umat beragama itu, dihadiri kepala kantor Kemenag Pesbar Hi.Yulizar Andri, S.T, M.Ag., beserta seluruh Kasi di lingkungan kantor Kemenag setempat. Selain itu, juga Nampak dihadiri Ketua FKUB Pesbar KH.M.Yasin, Ketua PCNU Pesbar, Hi.Auzaie Alwi, Ketua MUI Pesbar, KH.M.Nurhadi, perwakilan dari lintas agama, unsur Forkopimda, kepala Madrasah, kepala KUA serta penyuluh agama dan pihak terkait lainnya. Kepala Kantor Kemenag Pesabr, Hi.Yulizar Andri, mengatakan kegiatan tersebut salah satunya bertujuan untuk mendukung program dan kegiatan kerukunan yang dilaksanakan oleh FKUB di Kabupaten setempat. Selain itu, juga untuk memanfaatkan nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat sebagai landasan serta ikatan bersama membentuk kerukunan antar umat beragama di negeri para ulama dan para sai batin itu. “Karena itu, dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan kedepan mampu untuk terus mewujudkan kualitas kerukunan bagi masyarakat lintas agama di Kabupaten Pesbar,” katanya. Sementara itu, dalam paparnya, Ketua FKUB Pesbar KH.M.Yasin, mengatakan Kerukunan Umat Beragama (KUB) merupakan pilar kerukunan nasional. KUB sendiri merupakan kondisi hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, dan menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya. “Serta saling kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” paparnya. Dijelaskannya, untuk kondisi KUB di Lampung khususnya di Kabupaten Pesbar ini sangat harmonis dan kondusif, tidak ada jiwa melayang, tidak ada tetes darah, dan tidak ada orang terluka yang diakibatkan oleh konflik keagamaan. Sedangkan, mengenai riak-riak kecil gangguan kerukunan dapat diatasi oleh para pemuka agama, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan yang ada. Dalam KUB tersebut juga ada beberapa faktor dominan yakni modal sosial spiritual (masyarakat yang religius), dan modal sosial (masyarakat yang berbudaya dan beradab). “Serta faktor Good Governance (tata kelola pemerintahan yang baik). Untuk itu, dengan adanya dialog dan silaturahmi lintas agama ini tentu kondusifitas di Kabupaten Pesbar ini diharapkan bisa terus terjaga dengan baik,” pungkasnya. (yan/d1n/mlo)Kondisi KUB di Pesbar Masih Kondusif
Kamis 04-11-2021,17:21 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 23-09-2026,19:41 WIB
Pembayaran Gerai KDMP Pulau Jaya Tuntas, Pemkab dan Kodim Mediasi Secara Musyawarah
Kamis 24-09-2026,14:30 WIB
PLN dan Pemkab Way Kanan Bersinergi Benahi Pengelolaan PJU
Kamis 24-09-2026,14:38 WIB
PT BTB Gelar Operasi Simpatik di Gerbang Tol Itera, Bagikan Bingkisan untuk Pengguna Jalan
Kamis 24-09-2026,15:23 WIB
DPRD Bandar Lampung Pastikan Trotoar Punya Akses bagi Penyandang Disabilitas
Kamis 24-09-2026,15:32 WIB
Lampung Raih Peringkat I TPID Terbaik Wilayah Sumatera
Terkini
Kamis 24-09-2026,17:24 WIB
Cegah Penularan Rabies, Pemkot Bandar Lampung Sediakan Vaksin Gratis untuk Hewan Peliharaan
Kamis 24-09-2026,17:00 WIB
Angkasa Land Kantongi Izin, Disperkim Bandar Lampung Larang Pembangunan di Zona Atas Gunung Kucing
Kamis 24-09-2026,15:39 WIB
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Berganti, Kompol Regan Isi Jabatan Baru
Kamis 24-09-2026,15:32 WIB
Lampung Raih Peringkat I TPID Terbaik Wilayah Sumatera
Kamis 24-09-2026,15:23 WIB