Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Pesbar Meningkat Selama Pandemi

Senin 11-10-2021,18:02 WIB
Editor : Budi Setiyawan

Medialampung.co.id - Sejak awal tahun 2021 hingga ditengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ini. Kasus kekerasan khususnya terhadap anak di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) meningkat cukup signifikan dibanding tahun 2020 lalu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesbar, Nurkemala, S.Pd, M.M., melalui Kasi Pemberdayaan Anak, Nining Santi Suarti, A.Md, Kep., mengaku jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten setempat sejak Januari 2021 lalu hingga kini mengalami peningkatan. Kondisi itu harus menjadi perhatian bersama, sehingga jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Bumi Para Saibatin dan Para Ulama itu menurun, bahkan zero kasus.

“Sejak awal 2021 lalu sampai sekarang kasus kekerasan terhadap anak itu sudah tercatat sebanyak 14 kasus, yakni di Kecamatan Pesisir Utara dan Pesisir Selatan masing-masing ada satu kasus, Bangkunat dua kasus, dan Pesisir Tengah 10 kasus,” katanya, Senin (11/10).

Diakuinya, di tahun 2020 lalu hanya ada empat kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di kabupaten setempat. Artinya, tahun ini terjadi peningkatan cukup signifikan. Dirinya memperkirakan hal itu terjadi salah satunya dipengaruhi oleh faktor pandemi Covid-19. Tapi, jenis kasus kekerasan terhadap anak di tahun 2021 masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya yakni kekerasan seksual dan kekerasan fisik.

“Dinas PPPA Pesbar hingga kini terus berupaya memaksimalkan pendampingan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan, baik pendampingan secara psikologi dan pendampingan hukum serta upaya lainnya,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, Pemkab Pesbar melalui Dinas PPPA hingga kini tetap mengimbau masyarakat agar mengantisipasi dan melakukan pencegahan agar kedepan tidak lagi terjadi kasus kekerasan terhadap anak. Selain itu, pihaknya juga berharap agar peran serta orangtua terus ditingkatkan untuk memantau anak-anaknya dilingkungan keluarga, sekolah, dan di tengah pergaulan masyarakat umum.

“Yang jelas kita berharap kasus kekerasan terhadap anak ini tidak meningkat lagi,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Tags :
Kategori :

Terkait