Rp5,2 Miliar Untuk Bangun Jalan-Jembatan Patroli Menuju Way Haru

Jumat 21-01-2022,19:42 WIB
Editor : Budi Setiyawan

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), tahun ini menyiapkan anggaran hingga Rp5,2 miliar untuk pembangunan jalan dan jembatan patroli menuju wilayah Way Haru di Kecamatan Bangkunat.

Kabid Bina Marga Andrian Sany, S.T., mendampingi Kadis PUPR Ir. Jalaludin, M.P., mengatakan dari total anggaran itu terbagi dalam dua kegiatan, anggaran sebesar Rp4 miliar untuk pembangunan jalan, sedangkan Rp1,2 miliar untuk rehabilitas dua unit jembatan.

“Kegiatan tahun ini yang kita laksanakan untuk pembangunan jalan sepanjang empat kilometer dan rehabilitasi dua jembatan pertama ruas jalan Sumberejo-Wayharu,” kata dia.

Dijelaskannya, kini pihaknya masih menunggu jawaban usulan pembangunan dan pengesahan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Taman nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

“Pembangunan jalan jalur patroli Sumber Rejo - Way Haru itu merupakan kawasan hutan lindung TNBBS sehingga dibutuhkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membuka akses jalan menuju empat Pekon di wilayah itu,” jelasnya.

Menurutnya, Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memberikan sinyal persetujuan kerjasama itu yang tertuang dalam surat No.S.877/KSDAE/PIKA/KSA.0/11/2021,5 untuk membuka akses jalan ruas Sumber Rejo - Way Haru tersebut.

“Jika persetujuan kerjasama antara Pemkab Pesbar dengan BB-TNBS telah disepakati maka pembangunan jalan jalur patroli itu segera kita laksanakan dan akan dilakukan secara bertahap,” terangnya. 

Ditambahkannya, dalam pembangunan jalan ruas Sumber Rejo-Way Haru itu, setidaknya dibutuhkan anggaran sebesar Rp88,77 Miliar, dimana pelaksanaannya  akan dilakukan secara bertahap.

“Anggaran itu termasuk untuk pembangunan tujuh jembatan menuju wilayah Way Haru, ketujuh jembatan itu yakni jembatan Way Penipahan, Way Sawang Awi, Bandar Dalam Induk, Sepandan, Way Bebutah Lunik, dan Jembatan Siring Gading yang memiliki akses jalan sulit,” imbuhnya.

Kemudian, dalam merealisasikan pembangunan itu, dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tapi anggarannya belum bisa dimaksimalkan karena defisit anggaran.

”Pemkab Pesbar akan melakukan upaya maksimal dalam meningkatkan akses pembangunan jalan terhadap daerah-daerah terisolir,” pungkasnya.(ygi/d1n/mlo)

Tags :
Kategori :

Terkait