Medialampung.co.id, GEDUNGSURIAN - Pengunjung pasar Puaramekar, Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), minta pemerintah melalui dinas instansi terkait untuk melakukan penataan pasar yang statusnya milik Pemkab Lambar tersebut.
Pasalnya saat ini keadaan bagunan yang ada cukup memprihatinkan (semrawut) mulai dari kondisi los yang tidak memadai lagi, serta tidak adanya sarana prasarana (sarpras) kebersihan hingga menjadikan pasar itu terkesan kumuh. Hedarto salah satu pengunjung mengungkapkan, pasar masih menjadi lokasi transaski jual beli kebutuhan hidup warga artinya dengan demikian masih menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. Maka dari itu perlu sentuhan pembangunan dari pemerintah agar menjadi lokasi perekonomian yang nyaman dan baik. "Pasar inikan merupakan aset besar, karena itu kami minta agar dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin," keluhnya. Terpisah Kepala Pasar setempat Rusman, mengakui, bahwa sudah lama ini permintaan untuk dilakukannya pemeliharaan pasar itu terus berdatangan. Karena memang sejak dibangun Sepuluh tahun lalu sampai sekarang belum pernah dirawat. Dan utamannya lagi dengan jumlah los pasar yang ada sekarang, khususnya los terbuka sebanyak 60 unit sangat sedikit, dari jumlah pedagang yang datang walaupun luas lahan yang dimiliki masih luas. Artinya hal itu juga menjadi keinginan pedagang dan masyarakat agar pemerintah dapat membangun los baru. "Kalau saya hitung-hitung dari lokasi yang ada saat ini dipasar ini dapat dibangun 350 unit los pasar, dan yang ada hanya 60 unit," kata dia.Pasar Pemkab Pekon Puramekar Semrawut dan Kumuh
Kamis 18-07-2019,16:48 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Kategori :