Medialampung.co.id - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Lambar tahun ini hanya melaksanakan kegiatan pengendalian hama dan penyakit khususnya untuk areal persawahan sebanyak tujuh kali.
Hal itu merupakan dampak adanya wabah Covid-19 yang menyebabkan sejumlah anggaran dikurangi. “Setelah dilakukan refocusing, realokasi dan rasionalisasi anggaran, kegiatan pengendalian hama dan penyakit khususnya areal persawahan dikurangi, awalnya akan dilaksanakan 15 kali namun saat ini hanya tujuh kali,” kata Kabid Tanaman Pangan Onni Violita Saragi mendampingi Kepala DTPH Yedi Ruhyadi, kemarin. Kata dia, dari tujuh kali kegiatan, tiga diantaranya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, seperti di Kecamatan Suoh, Kecamatan Lumboksmeinung dan Kecamatan Sukau. “Jadi kegiatannya tinggal empat kali lagi kita laksanakan,” akunya. Menurut dia, kegiatan gerakan pengendalian hama dan penyakit tersebut bertujuan untuk pengamanan produksi dari serangan/gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) khususnya pada tanaman padi terutama pada daerah sentral produksi beras. “Kegiatan pengendalian hama dan penyakit yang dianggarkan melalui APBD Lambar sebanyak tujuh kali. Namun jika ada serangan hama yang terjadi berulang-ulang maka akan tetap kita laksanakan meskipun tidak ada anggaran,” akunya Onni berharap dengan dilaksanakannya gerakan pengendalian hama dan penyakit tersebut, dapat memberikan dukungan perlindungan tanaman khusus tanaman pangan dalam rangka pengamanan produksi tanaman pangan dari gangguan/serangan OPT. Selain itu untuk membantu petani dalam memasyarakatkan sistem pengendalian hama dan penguatan kelembagaan perlindungan tanaman di tingkat petani sehingga menjadi lebih berdaya serta mandiri. “Kita juga mengimbau kepada petani untuk lebih intensif melakukan pengawasan dan mengamati tanamannya. Sehingga jika ada tanda-tanda serangan penyakit maka akan segera dapat diantisipasi dengan melakukan pengendalian hama penyakit,” pungkas dia Seraya menambahkan pada tahun 2019 lalu, pihaknya telah melakukan gerakan pengendalian hama dan penyakit di 15 lokasi yaitu Kecamatan Lumbokseminung dua kali, Kecamatan Balikbukit dua kali, Sukau tiga kali, Bandarnegeri Suoh satu kali, Kecamatan Kebuntebu tiga kali, dan Kecamatan Batubrak satu kali, Kecamatan Airhitam satu kali, Kecamatan Sekincau satu kali, serta Kecamatan Pagardewa satu kali. (lus/mlo)Dampak Covid-19, Kegiatan Pengendalian Hama Dikurangi
Minggu 21-06-2020,12:29 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 14-04-2026,08:15 WIB
Dugaan Pungutan Bantuan Pangan Rp30 Ribu, Kades Mulang Maya Sebut Salah Paham
Selasa 14-04-2026,14:11 WIB
Disdikbud Lampung Rolling 51 Kepsek SMA/SMK Negeri, Berikut Daftar Namanya
Selasa 14-04-2026,07:46 WIB
Rahasia Memilih Face Wash Terbaik untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat agar Wajah Bersih Maksimal
Selasa 14-04-2026,09:15 WIB
Panduan Lengkap KUR BRI 2026: Solusi Modal Usaha dengan Bunga Rendah dan Proses Mudah
Selasa 14-04-2026,07:40 WIB
Nasib Freelance di Tengah Persaingan Media Online
Terkini
Selasa 14-04-2026,22:37 WIB
Hujan Deras Picu Banjir di Bandar Lampung, Kedaton hingga Way Halim Tergenang
Selasa 14-04-2026,22:12 WIB
Triga Lampung Siap Guncang Jakarta, Desak Pengusutan Tuntas HGU SGC
Selasa 14-04-2026,19:08 WIB
Isu Viral Dibantah, Biaya Mutasi Kendaraan Lampung Sesuai PNBP
Selasa 14-04-2026,18:48 WIB
Kasus TBC Masih Tinggi, Lampung Perkuat Deteksi Dini dan Peran Kader
Selasa 14-04-2026,17:01 WIB