Lampung Bangun 1.200 Irigasi Perpompaan Demi Hadapi Ancaman El Nino 2026

Lampung Bangun 1.200 Irigasi Perpompaan Demi Hadapi Ancaman El Nino 2026

Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam menjaga posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional--

MEDIALAMPUNG.CO.ID —Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat komitmennya dalam menjaga posisi daerah sebagai salah satu lumbung pangan nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur air, penguatan sarana produksi pertanian, hingga peningkatan sinergi penyuluh pertanian di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, menegaskan bahwa berbagai langkah strategis tersebut merupakan arahan langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk memperkuat Ketahanan Pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Menurut Elvira, arahan gubernur diwujudkan melalui penguatan kolaborasi bersama Kementerian Pertanian RI guna menjaga tren peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Berbagai program yang dijalankan mencakup penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk subsidi, pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), hingga pengawalan harga pembelian pemerintah terhadap komoditas gabah dan jagung.

BACA JUGA:BRI Weekend Hadir di Tokopedia, Promo Diskon Rp100 Ribu Bikin Belanja Akhir Pekan Makin Hemat

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Kementerian Pertanian RI, Tin Latifah, yang menyebut Provinsi Lampung berhasil mencatat pertumbuhan produksi pangan lebih dari 16 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Elvira mengungkapkan bahwa tantangan terbesar sektor pertanian Lampung saat ini masih berkaitan dengan tata kelola dan ketersediaan infrastruktur air.

“Ekosistem air di Provinsi Lampung saat ini belum terbangun secara optimal. Di musim hujan, kita masih kekurangan embung penampung sehingga drainase yang kurang maksimal memicu banjir dan genangan di areal persawahan yang berisiko menyebabkan gagal panen. Sebaliknya, saat musim kemarau, terlebih dengan adanya fenomena El Nino, lahan pertanian kita justru rentan mengalami kekeringan,” ujar Elvira.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan dan perubahan iklim, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Pertanian mempercepat program penguatan infrastruktur air pada tahun anggaran 2026 sesuai arahan Gubernur Lampung.

BACA JUGA:Pertamina Tebar Kepedulian Iduladha, Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban untuk Masyarakat

Program strategis tersebut meliputi pembangunan lebih dari 1.200 unit irigasi perpompaan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung, fasilitasi irigasi perpipaan, pembangunan bangunan konservasi air, hingga rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

Program irigasi perpompaan ini menjadi bagian dari strategi besar menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau panjang dan potensi El Nino 2026.

Penguatan sistem pengairan diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman, menekan risiko gagal panen, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Selain itu, melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dan Jaringan Irigasi, pemerintah pusat juga membuka ruang percepatan rehabilitasi jaringan irigasi melalui intervensi langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: