Banjir Berulang di Bandar Lampung: Masihkah Pemerintah Belum Sadar?

Banjir Berulang di Bandar Lampung: Masihkah Pemerintah Belum Sadar?

Direktur Eksekutif WALHI Lampung, Irfan Tri Musri--

MEDIALAMPUNG.CO.ID- Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Selasa 14 April 2026 malam kembali menyebabkam sejumlah titik tergenang banjir.

Banjir yang terus berulang di Kota Bandar Lampung tidak lagi bisa dipahami semata sebagai dampak cuaca ekstrem atau tingginya curah hujan.

Fenomena ini telah berubah menjadi cermin kegagalan tata kelola kota dan bukti nyata krisis ekologis yang dibiarkan berlangsung secara sistematis oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Setiap tahun, masyarakat dihadapkan pada siklus penderitaan yang sama. Rumah-rumah terendam, aktivitas ekonomi lumpuh, fasilitas publik terganggu, dan keselamatan warga berada dalam ancaman serius.

BACA JUGA:Respons Cepat Wali Kota Hadapi Dampak Hujan Deras, Pemkot Bandar Lampung Siapkan Solusi Jangka Panjang

Ironisnya, situasi ini terus berulang tanpa penyelesaian terhadap akar persoalan yang selama ini memicu banjir di berbagai wilayah kota.

Direktur Eksekutif WALHI Lampung, Irfan Tri Musri, menegaskan bahwa banjir di Bandar Lampung telah mencapai fase krisis yang mengkhawatirkan.

Ia menyebut sepanjang awal tahun 2026, banjir terjadi berulang kali sejak Januari hingga April, dengan puncaknya pada Maret 2026 yang mencatat sedikitnya 47 titik banjir dalam satu kejadian.

“Situasi ini menegaskan bahwa banjir di Bandar Lampung bukan lagi peristiwa insidental, melainkan krisis ekologis yang terjadi secara sistematis dan terus berulang,” ujar Irfan dalam Siaran Pers nya pada  Rabu 15, April 2026.

BACA JUGA:Hujan Ekstrem Picu Banjir Bandar Lampung, Satu Warga Meninggal Dunia

Kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan struktural dalam tata kelola lingkungan dan ruang kota yang selama ini diabaikan.

Di tengah krisis yang terus memburuk, pemerintah justru dinilai mengulang pola penanganan yang sama dari tahun ke tahun.

Menurut Irfan, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk penanganan banjir. Namun sebagian besar dana tersebut difokuskan pada pembangunan dan normalisasi drainase.

“Anggaran ada, tapi salah arah,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: