Pendapatan Lampung Barat Tembus Rp235,43 Miliar di Triwulan I 2026
ILUSTRASI: PAD Lampung Barat masih rendah, dana transfer pusat masih dominan.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mencatat realisasi pendapatan daerah pada Triwulan I Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp235,43 miliar atau 24,96 persen dari target sebesar Rp943,21 miliar. Capaian ini menunjukkan bahwa hingga tiga bulan pertama tahun berjalan, realisasi pendapatan masih berada di kisaran seperempat dari target yang telah ditetapkan.
Meski demikian, pemerintah daerah menilai capaian tersebut masih sesuai dengan perencanaan anggaran. Optimalisasi pendapatan terus dilakukan agar realisasi pada triwulan berikutnya dapat meningkat lebih signifikan.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lampung Barat, Sumadi, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan pendapatan dari berbagai sektor. Menurutnya, struktur pendapatan daerah saat ini masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus diupayakan meningkat secara bertahap.
“Realisasi PAD pada Triwulan I tercatat sebesar Rp21,18 miliar dari target Rp95,19 miliar, dengan capaian 22,25 persen. Ini menunjukkan potensi PAD masih perlu dioptimalkan, terutama dari sektor unggulan daerah,” ujarnya.
Pada sektor pajak daerah, realisasi baru mencapai Rp5,64 miliar dari target Rp37,41 miliar atau 15,10 persen. Sementara itu, retribusi daerah terealisasi Rp10,69 miliar dari target Rp45,20 miliar atau 23,66 persen.
Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, capaian terbilang cukup tinggi, yakni Rp4,26 miliar dari target Rp5,97 miliar atau 71,42 persen. Capaian ini menjadi indikator positif dalam pengelolaan aset daerah yang dinilai semakin optimal.
Namun, pada pos lain-lain PAD yang sah, realisasi masih tergolong rendah, yakni Rp576,32 juta dari target Rp6,60 miliar atau baru mencapai 8,73 persen.
Di sisi lain, pendapatan transfer masih menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp210,50 miliar dari target Rp843,48 miliar atau 24,96 persen. Hal ini menunjukkan ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih cukup tinggi.
Secara rinci, pendapatan transfer dari pemerintah pusat terealisasi Rp210,50 miliar dari target Rp770,68 miliar atau 27,31 persen. Sementara itu, pendapatan transfer antar daerah belum menunjukkan realisasi dari total anggaran sebesar Rp72,80 miliar.
Pada komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah, realisasi mencapai Rp3,74 miliar dari target Rp4,53 miliar atau 82,68 persen yang seluruhnya berasal dari pendapatan hibah. Adapun untuk pos dana darurat serta pendapatan lain sesuai ketentuan perundang-undangan, hingga saat ini belum terdapat realisasi.
Sumadi menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan, baik dari PAD maupun sumber lainnya, agar target anggaran tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal.
“Harapannya pada triwulan berikutnya realisasi pendapatan dapat meningkat signifikan,” pungkasnya. (lusiana)
Alternatif Judul:
Pendapatan Lambar Baru 24,96 Persen, PAD Masih Perlu Digenjot
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
