DPRD Jadwalkan Tinjauan Lapangan Dugaan Penimbunan Sungai
Rapat dengar pendapat DPRD mengungkap dugaan sungai ditimbun, sidak lapangan segera dijadwalkan.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - DPRD Kota Bandar Lampung memastikan akan menjadwalkan peninjauan langsung ke lapangan terkait dugaan penimbunan badan sungai di kawasan perumahan Arana Residence, Kelurahan Sukabumi.
Langkah tersebut diambil setelah DPRD menerima laporan masyarakat dalam rapat dengar pendapat yang membahas persoalan lingkungan dan banjir.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, menyampaikan bahwa pembahasan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama antara legislatif dan pemerintah kota dalam menekan risiko banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.
"Iya, ini bagian dari komitmen kami bersama pemerintah kota untuk serius dalam penanganan banjir. Hari ini kita dengar laporan terkait dugaan penimbunan sungai oleh perumahan Arana Residence," ujar Agus usai RDP pada Kamis, 09 April 2026.
BACA JUGA:Dugaan Sungai Ditimbun, Proyek Arana Residence Disorot
Dalam forum tersebut, DPRD menghadirkan sejumlah instansi teknis, di antaranya Dinas Perumahan dan Permukiman serta Dinas Lingkungan Hidup, untuk memberikan penjelasan terkait aspek teknis dan perizinan.
Sementara itu, pihak pengembang perumahan tidak menghadiri rapat dan telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang.
Meski demikian, DPRD tetap melanjutkan agenda rapat dan menilai klarifikasi di ruang rapat perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan guna memastikan kondisi faktual yang terjadi.
"Kami akan turun langsung ke lokasi. Penjadwalannya kemungkinan satu sampai dua minggu ke depan, menyesuaikan agenda internal," jelasnya.
BACA JUGA:Pariwisata Bandar Lampung 2026 Makin Bersinar, Okupansi Hotel Tembus 90 Persen Saat Lebaran
Agus mengakui bahwa praktik penutupan maupun penimbunan badan sungai di Kota Bandar Lampung bukanlah persoalan baru.
Fenomena tersebut disebut telah terjadi pada berbagai jenis bangunan, mulai dari kawasan perumahan hingga bangunan komersial seperti hotel.
Menurutnya, kondisi ini harus disikapi secara serius melalui langkah penataan dan penertiban yang berkelanjutan agar risiko banjir dapat diminimalkan di masa mendatang.
"Ini akan menjadi perhatian serius. Kita akan dukung pemerintah kota untuk melakukan penataan, baik bangunan rumah, gedung, maupun hotel yang berada di atas aliran sungai," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
