Diterjang Angin Puting Beliung, Atap TK Negeri Sekincau Rusak dan 8 Rumah Warga Terdampak

Diterjang Angin Puting Beliung, Atap TK Negeri Sekincau Rusak dan 8 Rumah Warga Terdampak

Bangunan rusak akibat diterjang angin puting beliung-Foto dok.-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan tajinya di wilayah Kabupaten Lampung Barat. Hujan deras yang disertai angin kencang hingga membentuk puting beliung menerjang Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, pada Kamis siang (2/4/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu menyebabkan kerusakan pada fasilitas pendidikan serta permukiman warga, memicu kepanikan sekaligus kewaspadaan di tengah masyarakat.

Terjangan angin puting beliung datang secara tiba-tiba, mengoyak ketenangan siang hari yang semula hanya diwarnai hujan berintensitas tinggi. Dalam hitungan menit, atap bangunan TK Negeri Sekincau mengalami kerusakan cukup parah. Sementara itu, sedikitnya delapan rumah warga turut terdampak, dengan bagian atap dan struktur ringan porak-poranda diterpa angin kencang.

Seorang warga menyebutkan bahwa suara gemuruh angin terdengar seperti pusaran yang mendekat. “Anginnya datang sangat cepat, tiba-tiba atap sudah beterbangan,” ungkapnya, menggambarkan situasi mencekam yang sempat terjadi di lokasi kejadian. Nama-nama warga terdampak antara lain Fitri, Oneng, Memet, Hardi, Yusrin, Dodi, Julia, dan Edi Rohman.

Camat Sekincau, Heftanius Hidayat, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem ini merupakan kombinasi hujan deras dan angin kencang yang terjadi secara bersamaan. Ia menegaskan bahwa meskipun kerusakan cukup signifikan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah, korban jiwa nihil, namun satu sekolah dan delapan rumah warga terdampak,” ujarnya.

Data sementara menunjukkan bahwa kerugian material akibat bencana ini diperkirakan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta. Nilai tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan lanjutan yang tengah dilakukan oleh pihak kecamatan bersama instansi terkait. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan pascakejadian.

Respons cepat langsung dilakukan oleh aparatur kecamatan, aparat kepolisian, perangkat pekon, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi lintas unsur ini menjadi cerminan kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. Warga bahu membahu membersihkan puing-puing atap, mengevakuasi material yang rusak, serta menutup bagian rumah yang terbuka agar tidak semakin parah jika hujan kembali turun.

Perbaikan darurat dilakukan secara swadaya oleh warga terdampak. Sementara itu, bangunan TK Negeri Sekincau direncanakan akan diperbaiki melalui kegiatan gotong royong agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal. Langkah ini dinilai penting mengingat fasilitas pendidikan merupakan kebutuhan vital bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Di sisi lain, pihak kecamatan juga tengah menyusun laporan resmi untuk disampaikan kepada BPBD Lampung Barat sebagai dasar penanganan lanjutan. Proses koordinasi ini diharapkan mampu mempercepat bantuan serta pemulihan kondisi pascabencana.

Fenomena angin puting beliung di Sekincau menjadi pengingat nyata bahwa potensi bencana hidrometeorologi di Lampung Barat masih cukup tinggi. Intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir membuka peluang terjadinya kejadian serupa, mulai dari pohon tumbang, kerusakan atap rumah, hingga longsor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: