Camat Airhitam Pantau UTS SD, Gustian Afriza Ingatkan Siswa Tetap Semangat Belajar
Camat Airhitam Gustian Afriza pantau UTS SD dan ingatkan siswa tetap semangat meski ujian berbasis digital-Foto Dok-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Airhitam, Kabupaten Lampung Barat, mendapat perhatian serius dari pemerintah kecamatan. Camat Airhitam, Gustian Afriza, turun langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan ketentuan.
Kehadiran camat di tengah pelaksanaan UTS bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di jenjang dasar. Pemantauan ini juga menjadi upaya memastikan seluruh proses evaluasi belajar berlangsung optimal.
Pada pelaksanaan UTS kali ini, sejumlah sekolah mulai menerapkan sistem ujian berbasis digital dengan memanfaatkan gadget atau telepon genggam sebagai media utama siswa dalam mengerjakan soal. Transformasi ini menjadi langkah maju dalam mengikuti perkembangan teknologi di dunia pendidikan.
Meski demikian, penerapan ujian berbasis online juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kesiapan perangkat, kestabilan jaringan internet, hingga kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan sistem digital menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh sekolah, guru, maupun orang tua.
Dalam pemantauan tersebut, Gustian Afriza melihat langsung proses ujian yang berlangsung di kelas. Para siswa tampak fokus mengerjakan soal melalui perangkat handphone, sementara guru aktif melakukan pendampingan guna memastikan ujian berjalan tertib tanpa kendala berarti.
Menurutnya, UTS merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Karena itu, seluruh pihak diminta memberikan perhatian maksimal agar siswa dapat mengikuti ujian dengan baik dan memperoleh hasil optimal.
Ia menegaskan bahwa perubahan sistem ujian ke arah digital tidak boleh berdampak pada menurunnya semangat belajar siswa. Justru, kondisi ini harus menjadi motivasi bagi peserta didik untuk lebih disiplin, mandiri, dan serius dalam memahami materi.
Pelaksanaan ujian berbasis gadget, lanjutnya, harus dipandang sebagai sarana pendukung, bukan alasan untuk mengendurkan kualitas belajar. Esensi ujian tetap sama, yakni mengukur kemampuan dan pemahaman siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, camat juga memberikan motivasi kepada siswa agar tetap konsisten belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Ia menilai keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kebiasaan belajar yang disiplin dan berkelanjutan.
Selain itu, sekolah juga diingatkan untuk tetap menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Lingkungan yang asri dinilai mampu mendukung semangat belajar siswa.
Ia juga mengingatkan agar siswa tidak berhenti belajar hanya karena telah mengikuti ujian. Jika masih terdapat materi yang belum dipahami, maka harus terus dipelajari hingga benar-benar menguasai.
“Kalau masih ada materi yang belum dipahami, itu harus terus dilengkapi. Anak-anak harus tetap semangat belajar, baik di sekolah maupun saat di rumah. Jangan sampai karena sekarang ada yang sudah pakai gadget, justru semangat belajarnya menurun,” tegasnya.
Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pendidikan harus disikapi secara bijak. Pemanfaatan handphone dalam ujian perlu diimbangi dengan pengawasan dan pendampingan yang tepat agar memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan dampak negatif.
Peran guru dalam kondisi ini menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pembimbing dalam penggunaan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab. Hal yang sama juga berlaku bagi orang tua yang diharapkan aktif mengawasi anak selama belajar di rumah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
