Peratin Pagar Dalam Tewas Misterius dengan Luka Lebam
ILUSTRASI: Peratin Pagar Dalam ditemukan tewas di Sungai Way Marang dengan luka lebam--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Camat Pesisir Selatan, Mirza Sahri, memastikan bahwa jenazah laki-laki yang ditemukan mengapung di Sungai Way Marang merupakan Peratin Pekon Pagar Dalam, Eriza Deska Arianto. Ia meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, mengingat adanya dugaan kuat korban meninggal akibat kekerasan.
“Kami memastikan jenazah tersebut adalah Peratin Pagar Dalam. Kami sebagai pimpinan di kecamatan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas meninggalnya yang bersangkutan,” tegasnya.
Menurutnya, dugaan kekerasan mencuat dari kondisi tubuh korban saat ditemukan. Terdapat sejumlah luka lebam di bagian tubuh serta kondisi gigi yang rontok yang diduga akibat benturan keras.
“Ada kejanggalan pada tubuh korban, seperti luka lebam dan gigi yang rontok. Ini menguatkan dugaan adanya tindak kekerasan. Karena itu, kami minta kasus ini benar-benar diusut hingga tuntas,” ujarnya.
Desakan serupa juga disampaikan Ketua APDESI Pesisir Selatan, Rizkon Alhuda. Ia menyatakan seluruh peratin di wilayahnya turut prihatin sekaligus meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.
“Atas nama APDESI Kecamatan Pesisir Selatan dan juga APDESI Kabupaten Pesisir Barat, kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus meninggalnya Peratin Pagar Dalam ini. Jenazah ditemukan dengan banyak kejanggalan,” katanya.
Rizkon menambahkan, saat ini jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.
“Kami berharap hasil autopsi bisa mengungkap penyebab pasti kematian, dan pelaku, jika memang ada, bisa segera ditangkap,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif. Kasatreskrim Polres Pesisir Barat, R. Ayu Miya Ratih Ardhya Garini, S.Tr.K., M.H., menyampaikan bahwa tim INAFIS bersama Satreskrim masih melakukan identifikasi dan pendalaman kasus.
“INAFIS dan tim Satreskrim masih melakukan identifikasi, pengecekan TKP, serta mengumpulkan informasi terkait penemuan mayat tersebut. Untuk perkembangan lebih lanjut, belum bisa kami sampaikan,” ujarnya.
Diketahui, jenazah pertama kali ditemukan pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB oleh seorang warga yang tengah memanah ikan di aliran Sungai Way Marang, Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan. Penemuan itu langsung menggegerkan warga sekitar.
Juru Tulis Pekon Bangun Negara, Insan Sukri, mengatakan warga yang menemukan jenazah segera melapor ke aparat dan melakukan evakuasi bersama.
“Setelah ditemukan, warga langsung melapor dan jenazah dievakuasi dari sungai,” katanya.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke UPTD Puskesmas Biha sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Kepala UPTD Puskesmas Biha, Supriati, S.ST., membenarkan pihaknya sempat menerima jenazah tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



