Lebih 100 Ribu Pemudik Masuk Lampung, Polisi Pastikan Aman
Lebih dari 100 ribu penumpang masuk Lampung lewat Bakauheni dalam Operasi Ketupat Krakatau.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Polda Lampung memastikan arus mudik H-3 Lebaran 2026 tetap berjalan terkendali meskipun terjadi lonjakan signifikan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera.
Peningkatan mobilitas masyarakat ini terpantau dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.
Berdasarkan data pemantauan di Pelabuhan Bakauheni, lebih dari 100 ribu orang tercatat masuk ke wilayah Lampung sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.
Total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 100.637 orang dengan 23.358 unit kendaraan.
BACA JUGA:Pengamanan Pos Lebaran, Babinsa Koramil 421-09/Tanjung Bintang Bersama Polsek Jati Agung
Sebaliknya, arus keluar dari Sumatera menuju Jawa tercatat jauh lebih rendah. Hanya sekitar 24.890 penumpang dengan 4.693 kendaraan yang melakukan perjalanan ke arah sebaliknya.
Di tengah tingginya volume kendaraan, Polda Lampung juga memberikan pengawalan khusus terhadap rombongan pemudik sepeda motor yang tiba dari Pelabuhan Merak pada malam hari.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama bagi pemudik roda dua yang menempuh perjalanan jarak jauh.
Sebanyak empat personel Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Lampung diterjunkan dalam pengawalan tersebut.
BACA JUGA:Tak Mudik Demi Negeri, Kisah Perwira Pertamina di Kilang Balongan
Personel terdiri dari dua anggota menggunakan kendaraan roda dua dan dua unit kendaraan roda empat yang mengawal rombongan hingga titik aman.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa pengawalan menjadi bagian dari upaya pelayanan maksimal kepada masyarakat selama musim mudik.
“Pengawalan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada pemudik, khususnya kendaraan roda dua yang masuk dari Merak menuju Lampung,” kata Yuni.
Yuni menegaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan signifikan arus mudik, kondisi lalu lintas secara umum masih dalam kendali petugas di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


