Ramadan
Pelantikan Kajari

Jelang Idul Fitri 2026, Harga Sembako di Lampung Utara Naik tapi Stok Dipastikan Aman

Jelang Idul Fitri 2026, Harga Sembako di Lampung Utara Naik tapi Stok Dipastikan Aman

Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara meninjau langsung harga dan stok sembako di Pasar Sentral Kotabumi untuk memastikan kelancaran pasokan menjelang Hari Raya Idul Fitri--

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok tetap aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Kepastian positif ini didapat usai tim melakukan peninjauan langsung ke Pasar Sentral Kotabumi guna memantau potensi lonjakan harga di pasaran.

Kepala Bidang Perkembangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Lampura, Frans Tanada, memimpin langsung inspeksi lapangan tersebut pada Senin, 9 Maret 2026. Ia berkeliling menyapa para pedagang dan berdialog interaktif untuk mengetahui kondisi riil harga komoditas pangan terkini.

Berdasarkan hasil pemantauan komprehensif tersebut, Frans mengakui memang mulai terjadi tren kenaikan harga pada sejumlah bahan pangan. Namun, ia menilai fluktuasi harga sembako ini masih terkendali dan berada dalam ambang batas kewajaran.

Tingginya antusiasme belanja masyarakat menjelang momen lebaran menjadi faktor utama pemicu pergerakan harga komoditas tersebut. "Setelah dilakukan pemantauan dan pengawasan terhadap sejumlah harga sembako, ada beberapa barang yang naik, terutama menjelang Idul Fitri," kata Frans Tanada saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (10 Maret 2026).

BACA JUGA:Polda Lampung Bongkar Tambang Emas Ilegal di Way Kanan

Meskipun terdapat lonjakan harga jual, pemerintah daerah menjamin penuh tidak akan terjadi fenomena kelangkaan barang. Pasokan sembako di sejumlah pusat perbelanjaan utama, seperti Pasar Sentral dan Pasar Dekon, dilaporkan sangat mencukupi.

Masyarakat setempat diimbau untuk tidak melakukan pembelian panik (panic buying) atau memborong bahan pokok secara berlebihan. Ketersediaan suplai pangan dijamin aman dan siap memenuhi seluruh kebutuhan dapur warga Lampung Utara hingga hari raya tiba.

"Alhamdulillah, hingga sampai saat ini tidak ada barang yang langka. Bahkan mendekati satu dua hari menjelang Idul Fitri, semuanya masih tersedia di pasar," ujarnya seraya memastikan keamanan stok gas LPG di wilayahnya.

Frans kembali menegaskan bahwa eskalasi harga murni diakibatkan oleh hukum permintaan pasar, bukan karena indikasi penimbunan. Rantai distribusi logistik dari tingkat agen distributor menuju pasar-pasar tradisional di kawasan Kotabumi tetap berjalan lancar tanpa kendala.

BACA JUGA:Stok LPG 3 Kg dan BBM di Lampung Dipastikan Aman Hingga Lebaran

"Kalau dilihat dari ketersediaan sejumlah barang di pasar, semuanya aman dan pasokan gas LPG juga ada. Jadi bukan karena langka, tetapi karena kebutuhan masyarakat yang meningkat apa lagi menjelang Idul Fitri ini," sambung Frans merinci kondisi riil di lapangan.

Dalam kegiatan inspeksi tersebut, tim mencatat ada satu komoditas spesifik yang mengalami lonjakan harga paling signifikan. Cabai merah menjadi bumbu dapur dengan harga jual yang melesat tajam jika dibandingkan dengan bahan kebutuhan pokok lainnya.

Harga komoditas pedas ini dilaporkan meroket menyentuh kisaran angka Rp63.333 hingga Rp66.667 per kilogramnya di tingkat pengecer. Sementara itu, barang pokok lainnya cenderung stabil dan belum menunjukkan perubahan banderol yang drastis.

"Yang cukup signifikan itu cabai, harganya sekitar Rp66.667 sampai Rp63.333 ribu per kilogram. Kalau yang lain masih sama dari harga sebelumnya," jelas Frans memberikan rincian harga komoditas utama tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: