Kepala Cenat-Cenut: Dari Penyebab Sepele hingga Sinyal Gangguan Kesehatan

Kepala Cenat-Cenut: Dari Penyebab Sepele hingga Sinyal Gangguan Kesehatan

Kepala cenat-cenut bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari faktor ringan seperti kurang tidur hingga kondisi medis tertentu. -Foto Freepik.com-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Keluhan kepala cenat-cenut sering muncul tiba-tiba dan kerap dianggap sebagai sakit kepala biasa. Namun, di balik rasa nyeri berdenyut yang terasa mengganggu tersebut, tersimpan berbagai kemungkinan penyebab yang tidak boleh diabaikan.

Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga kemampuan seseorang menjalani aktivitas harian, terutama jika terjadi berulang atau berlangsung lama.

Kepala cenat-cenut adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan nyeri kepala berdenyut, baik di satu sisi maupun menyebar ke seluruh bagian kepala.

Sensasinya bisa ringan hingga berat, terasa seperti dipukul-pukul, ditekan, atau berdenyut mengikuti irama detak jantung. Pada beberapa orang, kondisi ini juga disertai gejala penyerta seperti pusing, mual, leher kaku, mata sensitif terhadap cahaya, hingga rasa lelah berlebihan.

BACA JUGA:Pepes Tongkol: Hidangan Tradisional Nusantara yang Kaya Rempah dan Aroma Khas Daun Pisang

Penyebab kepala cenat-cenut sangat beragam. Faktor paling sering berasal dari gaya hidup, seperti stres dan kelelahan.

Tekanan pikiran yang berkepanjangan, beban pekerjaan, serta kurangnya waktu istirahat dapat menyebabkan otot di sekitar kepala dan leher menegang. Ketegangan ini menghambat aliran darah dan memicu nyeri yang terasa berdenyut.

Pola tidur yang tidak teratur juga menjadi pemicu utama. Begadang, jam tidur yang berubah-ubah, atau kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon dan sistem saraf.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih rentan mengalami sakit kepala, termasuk rasa cenat-cenut yang datang berulang.

BACA JUGA:Sampah Menumpuk Berhari-hari, Warga Rajabasa Keluhkan Kinerja Petugas Kebersihan

Selain itu, dehidrasi sering kali luput dari perhatian. Tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami penurunan volume darah, sehingga suplai oksigen dan nutrisi ke otak berkurang.

Kondisi ini dapat memicu rasa nyeri di kepala, terutama jika disertai aktivitas fisik berat atau cuaca panas.

Migrain juga dikenal sebagai salah satu penyebab paling umum dari kepala cenat-cenut. Nyeri akibat migrain biasanya terasa lebih intens dan sering menyerang satu sisi kepala.

Keluhan ini dapat diperburuk oleh cahaya terang, suara bising, atau bau tertentu, dan kerap disertai mual hingga muntah. Faktor pemicu migrain setiap orang bisa berbeda, mulai dari makanan tertentu, perubahan hormon, stres, hingga cuaca.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: