Sejarah Evolusi Hijab, dari Tradisi Kuno hingga Identitas Perempuan Muslim Modern
Hijab bukan sekadar busana, tetapi hasil evolusi budaya, keagamaan, dan pilihan personal perempuan-Foto Freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Hijab atau kerudung sering kali dipahami sebagai simbol keislaman perempuan Muslim.
Namun jika ditelusuri lebih jauh, praktik menutup kepala dan tubuh ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang, bahkan jauh sebelum Islam hadir.
Hijab bukan sekadar busana, melainkan bagian dari tradisi sosial, budaya, dan keagamaan yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
BACA JUGA:Tahun Ajaran Baru, SMPN 3 Krui Akan Kembali Beroperasi
Akar Tradisi Hijab di Peradaban Kuno
Jauh sebelum Islam lahir, berbagai peradaban kuno telah mengenal praktik penutup kepala bagi perempuan.
Di wilayah Mesopotamia—yang meliputi peradaban Sumeria, Babilonia, dan Asyur—kerudung menjadi penanda status sosial.
Perempuan dari kalangan bangsawan diwajibkan menutup kepala ketika berada di ruang publik, sementara budak dan pelacur justru dilarang mengenakannya.
Hal ini menunjukkan bahwa kerudung berfungsi sebagai simbol kehormatan dan identitas sosial.
BACA JUGA:Biduk-Biduk, Permata Sunyi di Pesisir Timur Kalimantan
Di Persia Kuno, perempuan bangsawan juga dikenal mengenakan pakaian panjang dan tertutup. Tradisi ini berkaitan dengan nilai kesopanan serta perlindungan terhadap perempuan dari pandangan publik.
Faktor lingkungan seperti iklim panas dan berdebu turut memengaruhi kebiasaan berpakaian tertutup di wilayah ini.
Sementara itu, di Yunani dan Romawi Kuno, perempuan terhormat sering mengenakan selendang panjang yang dapat menutupi kepala dan bahu.
Walaupun tidak bersifat wajib secara agama, kerudung tetap dianggap sebagai bagian dari etika dan kesopanan perempuan di ruang publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
