Freelance Desainer: Hidup dari Visual, Bertahan dari Revisi

Freelance Desainer: Hidup dari Visual, Bertahan dari Revisi

Estetika, fleksibilitas, dan revisi tanpa batas. Beginilah kehidupan nyata freelance desainer di era digital.--

BACA JUGA:Untuk Kamu yang Lelah Mengejar Gaji, Freelance Mungkin Solusinya

Inilah alasan mengapa jasa freelance desainer semakin dibutuhkan, dari UMKM, startup, hingga personal branding.

Sayangnya, masih banyak yang menganggap desain sebagai “sekadar gambar”. Negosiasi harga sering kali lebih alot dibanding negosiasi konsep.

Tidak jarang desainer harus menjelaskan mengapa sebuah logo tidak bisa “asal jadi” atau kenapa feed Instagram perlu konsep. Padahal di balik satu visual, ada riset, eksperimen, dan jam terbang.

Bekerja dari kafe, kamar, atau coworking space memang terlihat menyenangkan. Tidak terikat jam kantor, bebas mengatur waktu. Namun di sisi lain, pikiran freelance desainer jarang benar-benar libur.

BACA JUGA:Freelance untuk Generasi yang Ingin Punya Kendali

Chat klien bisa datang tengah malam. Revisi bisa muncul di hari libur. Deadline sering beririsan. Satu proyek belum selesai, proyek lain sudah menunggu.

Banyak yang masuk dunia desain karena passion. Suka menggambar, suka warna, suka estetika. Tapi ketika menjadi freelance, passion harus berdampingan dengan kebutuhan hidup.

Tagihan tidak bisa dibayar dengan “karya”. Idealism tidak bisa menggantikan uang makan. Di titik ini, desainer belajar memilih, kapan harus idealis, kapan harus realistis.

Kadang harus mengerjakan proyek yang tidak sesuai selera. Kadang harus menerima klien yang cerewet. Semua demi satu tujuan sederhana, bertahan.

BACA JUGA:Freelance dan Proses Menemukan Diri Sendiri

Freelance desainer mungkin tidak selalu bersuara, tapi paling sering berkompromi. Dengan klien, dengan waktu, bahkan dengan dirinya sendiri. Mengalah demi proyek, mengalah demi rating, mengalah demi peluang berikutnya.

Namun dari semua itu, mereka tetap bertahan. Tetap berkarya. Tetap mencari ruang untuk idealisme di tengah tuntutan pasar.

Karena bagi freelance desainer, hidup bukan hanya tentang estetika. Tapi tentang konsistensi, mental kuat, dan kemampuan bertahan di dunia yang terus menuntut lebih cepat, lebih menarik, dan lebih viral.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: