Setahun, Dana CSR dari Seluruh Perusahaan di Lambar Hanya Terkumpul Rp1,55 Miliar

Setahun, Dana CSR dari Seluruh Perusahaan di Lambar Hanya Terkumpul Rp1,55 Miliar

Dana CSR di Lampung Barat 2025 Dinilai Minim-Ilustrasi: Canva-

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mencatat total penerimaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2025 mencapai Rp1.550.784.600. 

Kontribusi tersebut berasal dari berbagai perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun sektor swasta, yang disalurkan melalui Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Barat, Tri Umaryani, menjelaskan bahwa pengelolaan CSR tahun 2025 mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Jika sebelumnya pelaksanaan CSR bersifat langsung atau tabur oleh masing-masing perusahaan, kini pengelolaannya dilakukan secara terkoordinasi melalui Forum TJSL.

BACA JUGA:DANA Kaget Hari Ini Belum Muncul? Ini Penjelasan Resminya

Forum TJSL Lampung Barat resmi dikukuhkan melalui Surat Keputusan Bupati Lampung Barat Nomor B/226/KPts/IV/.03/2025 tertanggal 22 Mei 2025 tentang Pengukuhan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Tahun 2025–2029.

Dalam struktur forum tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat bertindak sebagai pembina. Unsur penasihat berasal dari kalangan akademisi Universitas Lampung, sementara ketua forum dijabat oleh pimpinan cabang BRI.

Tri Umaryani menyampaikan bahwa keberadaan Forum TJSL berfungsi sebagai fasilitator yang menjembatani pemerintah daerah dengan perusahaan dalam mengelola CSR agar lebih terarah, terukur dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Ia menegaskan bahwa seluruh penerimaan CSR yang dihimpun forum tidak berbentuk anggaran atau uang tunai, melainkan direalisasikan dalam bentuk barang atau hasil kegiatan fisik. 

BACA JUGA:5 Rekomendasi Sepatu Lari Murah dan Terlaris, Nyaman untuk Pemula

Jika disalurkan dalam bentuk uang, maka mekanismenya berbeda dan masuk dalam kategori hibah.

“Contohnya pembangunan jalur dua, itu dibangunkan langsung oleh perusahaan melalui program CSR dan kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah dalam bentuk jalan, bukan uang,” jelasnya.

Berdasarkan rekapitulasi CSR tahun 2025, kontribusi tersebut berasal dari sejumlah pihak, di antaranya Bank Eka, RSIA Bunda, BRI, Bank Lampung, BSI, PT TOP, Lampung Hydro Energi, Dinas Lingkungan Hidup, serta kontribusi forum CSR untuk pembangunan segmen dua jalur Pemda. Total keseluruhan kontribusi yang tercatat mencapai Rp1.550.784.600.

Tri Umaryani menambahkan bahwa fokus program CSR tahun 2025 diarahkan pada sektor pendidikan, sosial, lingkungan, dan kebutuhan prioritas lainnya yang mendukung pembangunan daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: