Nasi Jinggo: Kuliner Khas Bali yang Sederhana, Murah, dan Kaya Cita Rasa
Nasi Jinggo adalah kuliner khas Bali dengan porsi kecil, harga murah, dan cita rasa pedas menggugah selera-Foto Instagram@madewedastra-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Nasi Jinggo merupakan salah satu kuliner khas Bali yang dikenal luas karena porsinya yang kecil namun memiliki cita rasa yang kuat.
Hidangan ini umumnya dibungkus menggunakan daun pisang, sehingga menghadirkan aroma alami yang khas dan menggugah selera.
Meski tampil sederhana, Nasi Jinggo menyuguhkan perpaduan rasa pedas, gurih, dan aromatik yang menjadi identitas kuat masakan Bali.
Di kalangan masyarakat lokal, Nasi Jinggo kerap dijadikan pilihan makanan praktis, terutama sebagai pengganjal lapar pada malam hari.
BACA JUGA:Banjir dan Longsor Sumatera Tewaskan 1.140 Orang, Ratusan Masih Hilang
Harganya yang murah serta ketersediaannya yang mudah ditemukan di berbagai sudut Bali membuat kuliner ini digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja malam, hingga wisatawan yang ingin mencicipi makanan khas daerah.
Nama Nasi Jinggo sendiri memiliki latar belakang sejarah yang cukup menarik. Hingga kini, asal-usul sebutan “jinggo” masih menjadi bahan perbincangan.
Salah satu versi menyebutkan bahwa kata tersebut berasal dari istilah “jenggo” atau “jigo” yang merujuk pada porsi nasi yang kecil.
Versi lain mengaitkannya dengan popularitas film koboi bertema “Django” pada masa lalu, di mana Nasi Jinggo sering dijual pada malam hari di sekitar tempat hiburan.
BACA JUGA:Bonus DANA Kaget Rp114 Ribu Hari Ini, Klaim Sebelum Kuota Habis
Terlepas dari berbagai cerita tersebut, Nasi Jinggo telah tumbuh menjadi bagian penting dari budaya kuliner Bali dan tetap eksis hingga saat ini.
Keunikan Nasi Jinggo terletak pada kesederhanaannya. Porsinya yang kecil justru membuat makanan ini fleksibel untuk disantap kapan saja, baik sebagai camilan berat maupun makan malam ringan.
Bungkus daun pisang memberikan aroma khas, sementara sambal Bali yang pedas menjadi elemen rasa yang paling menonjol.
Lauk yang digunakan umumnya sederhana, seperti ayam suwir berbumbu Bali atau tempe, namun tetap kaya rasa berkat racikan bumbu tradisional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
