Penemuan Arca Ganesha di Kawasan Gunung Tangkil Sukabumi
Penemuan arca Ganesha di Gunung Tangkil menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Foto:[email protected]
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kawasan Gunung Tangkil yang terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kembali menyita perhatian publik setelah ditemukannya sebuah arca batu kuno berbentuk Dewa Ganesha.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa wilayah tersebut merupakan kawasan penting peninggalan masa lalu, khususnya dari periode pengaruh Hindu-Buddha di Jawa Barat.
BACA JUGA:Rahasia Kulit Cerah Alami Lewat Sabun Pemutih Wajah untuk Tampilan Sehat
Arca Ditemukan di Hutan Lindung Sukawayana
Arca Ganesha tersebut ditemukan di kawasan hutan lindung Sukawayana, tidak jauh dari pesisir selatan Palabuhanratu.
Lokasi penemuan berada di area dengan vegetasi lebat dan kondisi tanah yang lembap serta berlumpur. Arca diketahui terkubur cukup dalam dan dikelilingi akar-akar pohon besar, sehingga proses pengangkatannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
BACA JUGA:Ketua DPRD Lampung Barat Salurkan Bantuan PMI di Pos Pelayanan Sumberjaya
Ciri Fisik Arca Ganesha
Berdasarkan informasi di lapangan, arca Ganesha memiliki tinggi sekitar 40 sentimeter dan terbuat dari batu alam. Bentuknya menggambarkan sosok gajah dalam posisi duduk, yang merupakan ciri khas Dewa Ganesha dalam kepercayaan Hindu sebagai simbol kebijaksanaan, ilmu pengetahuan, serta pelindung dari berbagai rintangan.
Meski berukuran relatif kecil, arca ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi karena menjadi bukti keberadaan peradaban masa lampau di kawasan Gunung Tangkil.
BACA JUGA:Ribuan PPPK Paruh Waktu di Bandar Lampung Akan Dilantik Dalam Waktu Dekat
Proses Penggalian Libatkan Warga dan Santri
Proses penggalian dilakukan oleh tim mitra Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sukabumi dengan melibatkan warga setempat.
Sejumlah santri dari Pesantren Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi juga turut membantu dalam kegiatan tersebut. Penggalian dilakukan secara manual untuk meminimalkan risiko kerusakan pada arca maupun lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
