Bulung Buni Kuah Pindang, Kuliner Tradisional Bali yang Segar dan Sarat Makna
Bulung Buni Kuah Pindang tetap lestari sebagai kuliner sehat khas Bali-Ilustrasi Gemini AI-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Bulung Buni Kuah Pindang merupakan kuliner tradisional khas Bali yang memadukan rumput laut segar atau bulung buni dengan kuah pindang ikan berbumbu sederhana.
Hidangan ini dikenal sebagai sajian yang ringan, menyehatkan, namun memiliki cita rasa khas yang kuat dan menyegarkan.
Di masyarakat Bali, terutama di wilayah pesisir, Bulung Buni Kuah Pindang kerap disajikan sebagai lauk pendamping nasi, menu rumahan sehari-hari, hingga hidangan pelengkap dalam berbagai upacara adat.
Kesederhanaan bahan dan cara memasaknya justru menjadi daya tarik utama dari kuliner tradisional ini.
BACA JUGA:Isi Kursi Strategis, Parosil Peringatkan Pejabat Eselon II Keluar dari Zona Aman
Asal-usul dan Filosofi Kuliner
Dalam bahasa Bali, kata “bulung” berarti daun atau rumput laut, sedangkan “buni” merujuk pada jenis rumput laut kecil berbentuk bulat yang menyerupai anggur laut. Bulung buni tumbuh subur di perairan dangkal pesisir Bali dan telah lama dimanfaatkan sebagai sumber pangan alami oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, kuah pindang merupakan teknik memasak tradisional berbasis ikan laut yang direbus bersama garam dan rempah sederhana. Proses ini menghasilkan kuah bening dengan rasa gurih alami tanpa penggunaan bumbu yang berlebihan.
Perpaduan bulung buni dan kuah pindang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Bali dalam mengolah hasil laut secara sederhana, efisien, dan tetap bernilai gizi tinggi.
BACA JUGA:30 Kebakaran Terjadi di Lampung Utara Sepanjang 2025, Kerugian Tembus Rp1,5 Miliar
Bahan Utama dan Ciri Khas
Keunikan Bulung Buni Kuah Pindang terletak pada kesegaran bahan dan komposisi bumbu yang minimalis. Rumput laut bulung buni segar menjadi elemen utama yang memberikan tekstur renyah dan rasa alami. Ikan pindang yang digunakan biasanya berupa ikan tongkol, cakalang, atau ikan laut kecil lainnya.
Bumbu pelengkap terdiri dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, daun salam, garam, serta sedikit terasi. Cabai rawit sering ditambahkan sesuai selera untuk menghadirkan sensasi pedas ringan.
Tidak seperti masakan Bali pada umumnya yang kaya bumbu base genep, hidangan ini justru menonjolkan rasa asli bahan, sehingga menghasilkan kuah yang ringan namun tetap gurih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




