93 Sekolah di Lampung Sudah Jalankan Kelas Migran Vokasi Jepang

93 Sekolah di Lampung Sudah Jalankan Kelas Migran Vokasi Jepang

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau langsung kegiatan pembelajaran di SMKN 4 Bandar Lampung--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat implementasi Program Kelas Migran Vokasi Jepang sebagai strategi membuka akses kesempatan kerja luar negeri bagi pelajar SMA dan SMK di wilayah setempat.

Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan optimal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau langsung kegiatan pembelajaran di SMKN 4 Bandar Lampung, Senin 17 November 2025.

Program ini menjadi salah satu inovasi unggulan Pemprov Lampung sekaligus proyek percontohan nasional yang pertama kali menghadirkan Kelas Migran Vokasi bagi pelajar SMA/SMK di Indonesia.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) program tersebut bersama Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada 30 Juli 2025.

BACA JUGA:Pemprov Lampung Perluas Program Kesejahteraan Sosial, Dorong Kabupaten/Kota Selenggarakan Sekolah Rakyat

Selain membuka jalur karier internasional, program ini juga dirancang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Lampung sesuai dengan salah satu misi Gubernur Mirza, yakni memperkuat SDM unggul, produktif, dan berdaya saing global.

Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi atas semangat para siswa yang mengikuti kelas vokasi migran. 

Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan bahasa, melainkan jembatan besar menuju peluang kerja internasional bagi generasi muda Lampung.

“Saya senang sekali Kelas Migran Vokasi sudah berjalan di beberapa sekolah. Di SMK 4 ini saya melihat langsung bagaimana para siswa sangat antusias mengikuti pelatihan,” ujarnya.

BACA JUGA:Efisiensi APBN 2026 Tak Pengaruhi Tukin ASN, Pemkot Bandar Lampung Pastikan Pembayaran Aman

Jihan menekankan bahwa banyak siswa memiliki harapan besar untuk bekerja atau meniti karier di Jepang, sehingga program ini harus mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi mereka.

Ia juga menyoroti tantangan utama dalam implementasi program, yakni keterbatasan tenaga pengajar atau sensei bahasa Jepang. 

Saat ini Pemprov Lampung tengah melakukan koordinasi dengan berbagai universitas, termasuk Universitas Indonesia, guna menjajaki kolaborasi pemenuhan tenaga pengajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa pelaksanaan program menunjukkan perkembangan positif meski masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait