Bahaya Sampah Antariksa: Orbit Bumi yang Semakin Penuh Bahaya

Bahaya Sampah Antariksa: Orbit Bumi yang Semakin Penuh Bahaya

Misi pembersih orbit kini jadi fokus dunia hadapi ancaman debris ruang angkasa--

MEDIALAMPUNG.CO.IDOrbit Bumi kini semakin padat, bukan hanya oleh satelit aktif, tetapi juga oleh jutaan potongan logam, serpihan roket, dan sisa satelit mati yang melayang tanpa kendali.

Fenomena yang disebut sampah antariksa (space debris) ini kini menjadi salah satu ancaman serius bagi aktivitas luar angkasa modern.

Data dari lembaga antariksa dunia menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 30.000 objek berukuran lebih dari 10 cm yang melayang di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO), belum termasuk jutaan partikel kecil yang sulit dilacak radar.

Meski ukurannya kecil, kecepatan geraknya bisa mencapai 28.000 km per jam, cukup untuk menembus logam jika terjadi tabrakan.

BACA JUGA:Kerajaan Islam Pertama di Indonesia: Perlak atau Samudera Pasai

Menurut European Space Agency (ESA), lebih dari 60% objek di orbit kini merupakan puing dari satelit yang sudah tidak aktif, tahap roket yang gagal terbakar habis, hingga pecahan hasil tabrakan antarsatelit.

Kondisi ini menimbulkan risiko besar bagi satelit operasional dan misi luar angkasa berawak di masa depan.

Sampah antariksa bukan hanya masalah di luar sana. Dampaknya bisa langsung terasa di Bumi.

Satelit komunikasi, navigasi GPS, hingga observasi cuaca yang kita andalkan setiap hari berisiko rusak jika tertabrak serpihan ruang angkasa.

BACA JUGA:Apakah Kita Sendiri di Alam Semesta? Ilmuwan Kembali Tangkap Sinyal Misterius dari Galaksi Jauh

Insiden terkenal terjadi pada 2009, ketika satelit komunikasi milik Amerika Serikat dan Rusia bertabrakan di orbit, menambah ribuan pecahan baru yang masih beredar hingga kini.

Berbagai lembaga antariksa kini tengah berlomba mencari solusi untuk membersihkan orbit Bumi.

Jepang dan Swiss sedang mengembangkan misi pembersih sampah antariksa menggunakan jaring magnetik dan lengan robotik, sementara perusahaan swasta seperti SpaceX mulai merancang satelit yang bisa terbakar sempurna saat memasuki atmosfer.

NASA dan ESA juga telah mengeluarkan pedoman ketat agar setiap misi luar angkasa memastikan roket atau satelitnya keluar dari orbit setelah berakhir masa operasinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: