Rem Blong, Mobil Pembawa 30 Jerigen BBM Pertalite Masuk Jurang di Pampangan
Diduga rem blong, mobil bermuatan pertalite terperosok ke jurang 10 meter--
LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID — Sebuah minibus Suzuki APV yang mengangkut 30 jerigen bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite mengalami kecelakaan tunggal di jalur Sukabumi–Suoh, tepatnya di Tanjakan Pampangan, Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (4 November 2025) sore.
Mobil yang melaju dari arah Liwa menuju Suoh itu diduga mengalami rem blong, hingga akhirnya terperosok ke jurang sedalam sekitar 10 meter di sisi jalan yang dikenal rawan kecelakaan tersebut.
Beruntung, sopir dan kenek kendaraan selamat dan tidak mengalami luka serius. Namun, seluruh jerigen berisi pertalite yang dibawa kendaraan itu terpental dan berserakan di dasar jurang.
“Kejadiannya sore. Mobil itu melaju dari arah Liwa membawa BBM jenis pertalite sekitar 30 dirigen. Diduga rem blong di tanjakan, langsung masuk jurang. Sopir dan keneknya selamat,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian dan enggan disebutkan namanya.
BACA JUGA:Dari Inflasi ke Aksi: Pemerintah Gencarkan Pendataan Aset untuk Dukung Koperasi Merah Putih
Warga menambahkan, muatan BBM yang dibawa kendaraan tersebut diduga hasil pengecoran dari salah satu SPBU yang akan dipasok ke Kecamatan Suoh.
“Itu mungkin dari ‘ngecor’ di SPBU, mau dibawa ke Suoh. Satu jerigen beratnya sekitar 26 kilogram, jadi kalau 30 dirigen ya jelas over muatan,” tambah warga.
Sementara itu, Kapolsek Sekincau Iptu Arnis Daely melalui Kanit Lantas Bripka Rahmad membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyebut kecelakaan diduga kuat akibat sistem pengereman mobil yang tidak berfungsi dengan baik saat melewati jalur curam.
BACA JUGA:Jabatan Dua Kasat dan Satu Kapolsek di Polresta Bandar Lampung Resmi Diserahterimakan
“Iya benar, kejadiannya di tanjakan Pampangan. Diduga rem blong. Untuk data lengkap pengemudi dan kepemilikan kendaraan masih kami dalami. Petugas juga tengah mengevakuasi mobil dari jurang,” kata Rahmad.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
