Desa Margadadi Salurkan PMT bagi 11 Balita Selama 8 Minggu

Desa Margadadi Salurkan PMT bagi 11  Balita Selama 8 Minggu

Pemberian PMT Bagi Balita Yang Terindikasi stunting di wilayah Desa Margadadi -Foto - Wiji ([email protected])-

LAMSEL,MEDIALAMPUNG.CO.ID - Desa Margadadi Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan terus menggencarkan program  Nasional terkait Stunting dengan menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai upaya menekan angka Stunting diwilayahnya 

Pemberian Makanan Tambahan yang dilaksanakan pada Kamis,23 Oktober 2015 ini difokuskan kepada 11 balita dengan kondisi gizi yang membutuhkan perhatian khusus selama 56 hari ( 8 Minggu ) secara berkala di setiap Minggu 

Adapun Pemberian Makanan tambahan tersebut merupakan jadwal di Minggu ke Tiga (3) dari progam yang akan terlaksana selama 8 Minggu atau 56 hari secara berkala 

BACA JUGA:Agro Eduwisata Jadi Fokus Pembangunan Lampung Selatan Tahun 2026

BACA JUGA:Gerakan Pangan Murah Jadi Solusi Tekan Inflasi di Lampung Selatan

"Alhamdulillah hari ini kita pemerintah desa salurkan makanan tambahan kepada 11 balita yang terindikasi stunting, adapun  makanan Tambahan tersebut berupa Telur dan ikan lele yang nanti akan kita salurkan selama 8 Minggu ,"ujar Noven 

Sementara selain distribusi makanan, kader posyandu juga bertugas melakukan penimbangan dan evaluasi perkembangan anak setiap minggu guna memantau efektivitas program.

Semoga dengan pemberian Makanan Tambahan ini  diharapkan terjadi perbaikan signifikan pada kondisi gizi anak-anak yang menjadi sasaran utama.

BACA JUGA:Bukan Dikeluarkan, Gina Siswa SMP Ternyata Mengundurkan Diri Sejak 2023

BACA JUGA:2.822 Siswa di Tanjung Senang Terima Makanan Bergizi Gratis

“Kami ingin program ini tidak hanya berdampak pada statistik, tetapi benar-benar menyentuh perubahan kondisi anak-anak. Mudah-mudahan mereka bisa tumbuh lebih sehat dan normal,” tuturnya.

Terakhir, dirinya menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga pola makan seimbang bagi anak. Menurutnya, kesadaran akan pentingnya gizi bukan hanya dibangun melalui program, tetapi juga dari rumah tangga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: