Lestarikan Bahasa Daerah, Disdikbud Lampung Barat Terapkan Jumat Berbahasa Lampung

Lestarikan Bahasa Daerah, Disdikbud Lampung Barat Terapkan Jumat Berbahasa Lampung

Plt. Kadisdikbud Lampung Barat Tati Sulastri--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Upaya pelestarian bahasa daerah terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat resmi menginstruksikan seluruh sekolah, mulai dari jenjang PAUD/TK hingga SMP, untuk membiasakan penggunaan Bahasa Lampung dalam kegiatan belajar maupun aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 430/443/III.01/2025 yang ditandatangani Plt. Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri, S.Sos., M.M., tertanggal 15 Oktober 2025.

“Bahasa Lampung merupakan bagian penting dari jati diri dan warisan budaya masyarakat Bumi Sekala Bekhak. Karena itu, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah ini sejak dini, terutama di lingkungan sekolah,” ujar Tati Sulastri, Rabu 15 Oktober 2025.

BACA JUGA:Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2025, Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Menurutnya, dalam surat edaran tersebut, sekolah diwajibkan membuka kegiatan belajar dengan penggunaan Bahasa Lampung, baik dalam bentuk salam pembuka, yel-yel, doa, maupun sapaan guru kepada peserta didik. 

Selain itu, setiap hari Jumat ditetapkan sebagai ‘Jumat Berbahasa Lampung’, di mana seluruh warga sekolah — termasuk guru dan siswa — berkomunikasi menggunakan Bahasa Lampung.

“Jumat Berbahasa Lampung ini bukan hanya seremonial. Kami dorong agar sekolah mengemasnya secara kreatif, misalnya dengan lomba pidato, penulisan aksara Lampung, atau pojok Bahasa Lampung. Tujuannya agar pelestarian ini terasa menyenangkan bagi anak-anak,” jelasnya.

Disdikbud juga meminta agar kepala sekolah menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan tersebut kepada dinas secara berkala.

BACA JUGA:Dinas PTSP Tegaskan Akan Cek Lembaga Kursus Tanpa Izin di Bandar Lampung

“Dengan langkah ini, kami berharap Bahasa Lampung tidak hanya dipelajari, tetapi juga digunakan aktif dalam keseharian, sehingga tetap hidup di tengah generasi muda,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: