Rahasia di Balik Pelangi: Fenomena Fisika yang Indah dan Menakjubkan

Rahasia di Balik Pelangi: Fenomena Fisika yang Indah dan Menakjubkan

Keindahan pelangi menyimpan rahasia sains yang menakjubkan untuk dipelajari--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pelangi selalu berhasil memikat siapa pun yang melihatnya. Lengkungan warna-warni yang muncul setelah hujan ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan rahasia sains menakjubkan di balik proses terbentuknya.

Dalam dunia fisika, pelangi adalah hasil interaksi cahaya dan air yang menciptakan pemandangan spektakuler di langit.

Pelangi terjadi ketika sinar matahari melewati tetesan air di udara. Tetesan air ini berfungsi seperti prisma kecil yang membelokkan (membiaskan) dan memantulkan cahaya. Proses ini dikenal sebagai pembiasan dan pemantulan internal ganda.

Ketika cahaya putih dari matahari masuk ke dalam tetesan air, cahaya tersebut diuraikan menjadi berbagai warna dengan panjang gelombang berbeda.

BACA JUGA:Menguak Fakta Menarik Mengenai Bulan: Tetangga Abadi Bumi yang Penuh Misteri

Warna merah memiliki panjang gelombang paling besar, sementara ungu paling kecil. Akibatnya, warna-warna ini terurai dan membentuk pita warna yang kita lihat sebagai pelangi.

Urutan warna pada pelangi selalu sama, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu — sering disingkat dengan istilah “MeJiKuHiBiNiU”.

Bentuk lengkung pelangi bukan kebetulan. Hal ini terjadi karena cahaya matahari yang dibiaskan dan dipantulkan oleh jutaan tetes air selalu keluar pada sudut sekitar 42 derajat dari arah sinar datang. Sudut ini membuat setiap pengamat melihat pelangi dalam bentuk busur.

Menariknya, setiap orang melihat pelangi yang berbeda. Itu karena posisi mata dan sudut pandang terhadap sinar matahari serta tetesan air selalu unik.

BACA JUGA:Ternyata Ini Alasan Tubuh Cepat Mengantuk Saat Hujan Turun

Artinya, pelangi yang Anda lihat tidak persis sama dengan yang dilihat orang lain di samping Anda.

Selain pelangi utama yang umum terlihat setelah hujan, ada pula pelangi ganda, yang muncul karena pantulan cahaya tambahan di dalam tetesan air.

Pada pelangi kedua ini, urutan warnanya terbalik — merah berada di bagian bawah, sementara ungu di bagian atas.

Ada juga fenomena pelangi kabut, yang tampak lebih pucat karena terbentuk dari butiran air yang sangat kecil, serta pelangi bulan, yang muncul di malam hari ketika sinar bulan cukup terang dan udara masih lembap.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: