Tugu Khatulistiwa, Simbol Keberagaman di Pusat Bumi

Tugu Khatulistiwa, Simbol Keberagaman di Pusat Bumi

Tugu Khatulistiwa - Foto instagram @pesona.kalimantan--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Terletak di Kecamatan Siantan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Tugu Khatulistiwa menjadi saksi bisu bagaimana garis imajiner bumi membelah wilayah Indonesia tepat di tengahnya. 

Monumen ini bukan sekadar penanda lintang nol derajat, tetapi juga ikon kebanggaan masyarakat Pontianak yang menyimpan nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan keindahan wisata yang unik.

Dibangun pertama kali pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi Belanda, tugu ini menjadi penanda posisi garis khatulistiwa berdasarkan pengamatan astronomis yang dilakukan menggunakan kompas dan tongkat bayangan matahari. 

Sejak saat itu, monumen ini terus berkembang dan kini menjadi salah satu destinasi wisata edukatif paling terkenal di Kalimantan Barat.

BACA JUGA:Pulau Derawan, Permata Laut Kalimantan yang Menawan Dunia

Jejak Sejarah di Tengah Garis Lintang Nol Derajat

Tugu Khatulistiwa awalnya hanya berupa empat tonggak kayu dengan tanda panah dan tulisan sederhana “EVENAR”, yang berarti “khatulistiwa”. Namun, seiring berjalannya waktu, tugu ini mengalami beberapa tahap renovasi. 

Pada tahun 1938, bentuknya disempurnakan oleh arsitek Belanda Silaban, dan pada 1990-an dibangun kubah pelindung megah yang menambah kesan modern tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Di dalam kompleks tugu, terdapat replika asli bangunan awal yang dilindungi kubah kaca. Pengunjung dapat melihat bagaimana alat ukur sederhana di masa lalu mampu menentukan garis nol derajat dengan tingkat ketepatan yang mengagumkan. Tak heran jika tugu ini menjadi kebanggaan warga Pontianak sekaligus simbol kecanggihan ilmu astronomi pada zamannya.

BACA JUGA:Menelusuri Pesona Singkawang, Kota Seribu Kelenteng

Fenomena Alam yang Unik

Salah satu daya tarik utama Tugu Khatulistiwa adalah fenomena “hari tanpa bayangan”, yang terjadi dua kali dalam setahun, yakni setiap 21–23 Maret dan 21–23 September. Pada saat itu, posisi matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga bayangan benda apa pun akan menghilang. Fenomena ini selalu menjadi momen istimewa bagi warga dan wisatawan.

Setiap kali fenomena itu terjadi, ribuan pengunjung memadati area tugu untuk menyaksikan detik-detik ketika bayangan mereka benar-benar lenyap. Suasana meriah terasa karena di waktu yang sama, pemerintah daerah menggelar Festival Khatulistiwa, dengan berbagai atraksi budaya, pameran produk lokal, serta pertunjukan musik dan tari tradisional. 

Perpaduan antara ilmu pengetahuan dan budaya ini membuat Tugu Khatulistiwa tak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas Pontianak sebagai “Kota di Tengah Dunia.”

BACA JUGA:Bukit Kelam, Keagungan Batu Tunggal di Tanah Borneo

Daya Tarik dan Aktivitas Wisata

Bagi wisatawan yang datang ke lokasi, pengalaman berkunjung tidak hanya sebatas melihat monumen. Area sekitar Tugu Khatulistiwa kini dikembangkan menjadi kawasan wisata edukatif dengan berbagai aktivitas menarik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: