Teknologi Wearable: Dari Jam Tangan Jadi Asisten Kesehatan Pribadi
Dari smartwatch ke smart ring, wearable masa depan makin personal dan cerdas.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Dunia teknologi terus berkembang pesat, dan salah satu inovasi paling berpengaruh dalam kehidupan modern adalah teknologi wearable atau perangkat yang dapat dikenakan.
Dari sekadar jam tangan digital, kini perangkat wearable berevolusi menjadi asisten kesehatan pribadi yang mampu memantau kondisi tubuh secara real-time dan membantu penggunanya menjaga gaya hidup lebih sehat.
Awalnya, perangkat wearable hadir sebagai pelengkap gaya hidup seperti jam tangan pintar dan gelang kebugaran.
Namun kini, fungsinya jauh melampaui sekadar menunjukkan waktu atau menghitung langkah kaki.
BACA JUGA:Dari Astronomi hingga Spiritualitas: Makna Tersembunyi Piramida Mesir
Perangkat modern seperti Apple Watch, Samsung Galaxy Watch, Garmin, hingga Huawei Watch telah dilengkapi sensor detak jantung, saturasi oksigen, tekanan darah, bahkan deteksi stres dan kualitas tidur.
Bahkan, beberapa model mampu memberikan peringatan dini terhadap potensi gangguan jantung seperti atrial fibrilasi (AFib), yang menjadi penyebab utama serangan jantung mendadak.
Kemampuan wearable tidak berhenti pada pemantauan. Perangkat ini kini terintegrasi dengan aplikasi kesehatan digital yang menyimpan data pengguna dalam sistem berbasis cloud, memungkinkan dokter menganalisis tren kesehatan jangka panjang tanpa harus bertemu langsung.
Misalnya, pengguna dapat memantau grafik detak jantung, pola tidur, hingga tingkat stres dari waktu ke waktu.
BACA JUGA:Rahasia di Balik Smartphone 6G: Secepat Apa Masa Depan Kita?
Data tersebut bisa dikirim langsung ke dokter melalui aplikasi, sehingga diagnosis dan tindakan medis dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Teknologi seperti ini semakin relevan di era pascapandemi, di mana kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pemantauan mandiri meningkat tajam.
Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi otak di balik kecanggihan wearable. Sistem algoritma AI mampu mengenali pola kesehatan pengguna, memprediksi potensi risiko, dan memberikan rekomendasi personal seperti waktu terbaik untuk beristirahat, olahraga, atau mengatur pola makan.
Perusahaan besar seperti Fitbit dan Apple bahkan mengembangkan fitur AI Health Coach, di mana perangkat bisa berperan layaknya pelatih pribadi yang memotivasi pengguna mencapai target kebugaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
