Upaya Penanganan Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Suoh Terus Berlangsung

Upaya Penanganan Dampak Banjir Bandang dan Longsor di Suoh Terus Berlangsung

Longsor dan banjir bandang rusak rumah serta lahan pertanian di Banding Agung-Foto Dok-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Bencana banjir bandang yang melanda Pemangku Gunung Sari, Pekon Banding Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, meninggalkan jejak kerusakan yang cukup parah dan mengganggu aktivitas ribuan warga. 

Peristiwa yang bermula pada Rabu sore, 10 September 2025 sekitar pukul 17.00 WIB, akibat intensitas curah hujan yang sangat tinggi, menyebabkan sungai di wilayah tersebut meluap dan merendam rumah serta lahan pertanian warga setempat. 

Kondisi diperparah oleh longsor yang menutup aliran sungai, sehingga air terpaksa meluber ke pemukiman dan area persawahan dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat, Padang Priyo Utomo mengatakan, hujan deras yang mengguyur kawasan selama beberapa jam memicu tanah longsor yang menghalangi jalur sungai. 

BACA JUGA:Lewat Lokmin Linsek Puskesmas Karanganyar Paparkan Capaian Kerja

Aliran air yang terhambat ini kemudian meluap, membawa lumpur dan material lain yang merusak rumah penduduk serta lahan pertanian.

"Kami menerima laporan sekitar pukul 17.10 WIB, dan segera melakukan koordinasi dengan tim di lapangan," ujar Kepala Pusdalops PB Lampung Barat dalam pernyataan resminya. 

Longsor ini tidak hanya menutup badan sungai tetapi juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan menuju lokasi sehingga mempersulit akses bantuan.

Data terbaru menunjukkan bahwa banjir bandang ini berdampak pada 130 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 342 anggota keluarga dengan total 472 jiwa. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dampak material sangat signifikan. 

BACA JUGA:Curanmor Mulai Marak di Lampung Barat, Honda Beat Raib Saat Turnamen Bola

Sebanyak empat unit rumah dilaporkan hanyut terbawa arus banjir, 11 unit rumah mengalami kerusakan berat, dan delapan rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, hampir 50 rumah lainnya terdampak genangan air dan lumpur.

Warga setempat mengungsi ke tempat yang lebih aman dan sejumlah posko darurat sudah didirikan oleh aparat setempat bersama dengan tim BPBD, TNI, Polri, dan Satpol PP.

Respon terhadap bencana ini berjalan cepat. Tim Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat keamanan dari TNI dan Polri serta Satpol PP segera diterjunkan ke lokasi. 

Selain membawa logistik dan peralatan, mereka juga melakukan pendirian posko utama di Pekon Gunung Sari sebagai pusat koordinasi bantuan dan evakuasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: